RADAR MALIOBORO - Art Block merupakan keadaan di mana seniman mengalami kebuntuan ide untuk membuat karya baru dan biasanya hal ini terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
Seniman sendiri adalah istilah yang ditujukan kepada seseorang yang menciptakan karya kreatif, inovatif, dan memiliki nilai estetika, biasanya karya-karya dihasilkan berdasarkan ide-ide imajinatif.
Misalnya lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film, dan musik.
Apabila tidak dapat menemukan ide-ide, menjadi tantangan besar bagi seorang seniman karena sangat menghambat aktivitas berkarya.
Keadaan ini kadang dapat menarik seniman ke dalam sebuah krisis, merasa tidak mampu lagi membuat karya, mengalami kebingungan yang mendalam.
Seniman akan mengalami banyak situasi tidak nyaman yang semakin menyulitkan ide-ide untuk muncul, hingga berpikir untuk tidak lagi membuat karya.
Art block dapat memicu kebiasaan malas berkarya yang juga berimbas membuat kreativitas dan kemampuan pelan-pelan memudar atau tidak berkembang.
Sebenarnya art block tidak hanya menjadi keadaan yang menakutkan, seniman dapat melihat keadaan ini sebagai sinyal dari tubuh supaya lebih memperhatikan pola istirahat, pola berpikir, dan lingkungan sekitar.
Kebuntuan terjadi karena adanya tekanan yang membuat pikiran tidak dapat fokus, sehingga menahan ide-ide kreatif.
Pikiran yang tidak istirahat karena memikirkan sesuatu secara berlebihan, misalnya memaksakan diri untuk mengembangkan satu ide yang sebenarnya tidak cocok atau membuat tidak nyaman, tapi dalam realitas sosial biasanya hal ini tidak dapat dihindari.
Tapi hal ini dapat diminimalisasi dengan beri ruang istirahat untuk tubuh.
Selanjutnya, lingkungan yang tidak kondusif juga dapat menyebabkan art block.
Baca Juga: Ternyata Begini: Fakta dan Mitos tentang Hujan, dan Manfaat Hujan untuk Tubuh
Apabila mengalami situasi tersebut, maka perlu diperhatikan bahwa dalam berkarya, seorang seniman cukup fokus pada progres penciptaan karya daripada hasil yang akan didapatkan.
Penting untuk diingat bahwa berkarya seni adalah proses yang ekspresif dan imajinatif, jika terlalu fokus pada hasil maka secara tidak langsung memaksa diri untuk menahan ide-ide kreatif selama proses berkarya.
Dengan menyadari bahwa seni adalah proses penciptaan karya yang bebas dengan mengekspresikan ide seluas-luasnya, seniman dapat mulai melepaskan diri dari rutinitas biasanya yang telah dianggap tubuh monoton.
Ingatlah untuk berkarya dengan menemukan ide, mengembangkan, dan apresiasi.
Mulailah membuat karya tanpa memikirkan hasil yang ingin diperoleh, karena kita sedang berbicara tentang seni yang merupakan pemahaman abstrak.
Maka mulailah menggoreskan tinta, cat, gerakan tubuh, dan suarakan dengan lugas.
Filsuf Tiongkok kuno, Lao Tzu pernah berkata “Perjalanan sejauh seribu mil dimulai dengan satu langkah”.
Kadang dalam membuat karya perlu untuk membiarkan diri terbawa arus, rasakan sensasi atau emosional yang sedang dirasakan dari dalam diri maupun sekitar dan ungkapkan hal tersebut di atas sebuah kertas, gunakan peralatan ada seperti tangan sendiri.
Tanpa sadar seniman akan larut menyatu dalam karya yang sedang dibuatnya dan justru bagus untuk dilakukan, karya seni adalah ungkapan jiwa dari seorang seniman yang dibuat dengan melewati batasan rasional, mengikuti rima rasa dan terbangun tanpa sadar telah menghasilkan sebuah karya.
Tubuh yang tenggelam dalam jiwanya menghanyutkan setiap penginderaan bersama perlengkapan seni, merasakan setiap elemen yang dibutuhkan seakan-akan diri sendiri, itulah proses membuat karya seni.
Adapun cara untuk melewati masa art block, seniman bisa memulai dengan mencari referensi seni dan mulai mengembangkan ide baru.
Ketika pikiran sudah memiliki visualisasi, maka informasi untuk menggerakan tangan akan lebih terarah.
Peraturan selanjutnya adalah seniman dilarang untuk membandingkan dirinya dengan orang lain.
Hal ini sebenarnya harus diterapkan dalam segala aspek kehidupan, karena membandingkan diri bukan pikiran yang sehat, membuat seseorang terus mengejar realitas yang sebenarnya tidak cocok untuknya dan justru merugikan.
Apresiasi karya seni, dimulai dari cinta seniman untuk karyanya, maka dia akan terus berkarya dan belajar.
Sebagaimana seni dihasilkan melalui pemikiran abstrak, maka memunculkan kemungkinan banyak ide bermunculan dan akhirnya dapat menyebabkan kebingungan.
Tulislah, gerakkanlah kuas anda, lakukan langkah awal dimulai dengan membuat kata kunci untuk mengekspresikan setiap ide, kemudian tarik garis penghubung untuk membuat alur kemunculan ide, dari sini akan terlihat alur mana yang harus diikuti.
Kembali pada ikuti arus, jangan memaksakan diri apalagi terburu-buru, cukup rasakan dan ekspresikan dalam visual skema ide.
(Marina Juliana; Berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin