Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengapa 25 Desember Dipilih untuk Dijadikan Tanggal Perayaan Natal bagi Umat Kristiani?

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 5 Januari 2025 | 17:41 WIB
(Yesus Kristus dan umatnya, Canva)
(Yesus Kristus dan umatnya, Canva)

RADAR MALIOBORO - Natal menjadi perayaan besar di seluruh dunia sebagai hari perayaan bagi umat Kristen untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus.

Perayaan ini disepakati oleh dunia dilaksanakan setiap tanggal 25 Desember.

Hari lahirnya Yesus Kristus sebenarnya tidak tercatat secara pasti dalam sejarah dan tidak disebutkan dalam Alkitab.

Ada beberapa teori yang menyebutkan pemilihan 25 Desember sebagai perayaan Natal.

Dalam ajaran umat Kristen mengajarkan bahwa Yesus Kristus merupakan simbol dari “Terang Dunia”.

Simbolis ini terbentuk melalui perjalanan sejarah bangsa Romawi yang melakukan perayaan pada 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Dewa Matahari.

Perayaan ini disebut sebagai Dies Natalis Solis Invicti.

Tanggal 25 Desember juga bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin, saat di mana hari mulai kembali terasa panjang.

Hal ini berkaitan dengan kehadiran Yesus Kristus sebagai pembawa terang bagi dunia, memberikan harapan dan kedamaian untuk seluruh umat manusia.

Oleh karena itu, tanggal 25 Desember dipilih sebagai waktu untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus yang sekaligus merupakan hari raya pangan.

Adapun tanggal 25 Desember dipilih sebagai hari Natal berdasarkan perhitungan hari raya Paskah.

Perhitungan ini dilakukan secara tradisional dengan melihat tanggal Yesus Kristus disalib, yaitu 25 Maret.

Kemudian ditambahkan 9 bulan, maka diperoleh tanggal kelahiran Yesus Kristus jatuh pada 25 Desember.

Paus St. Leo Agung berbicara tentang makna kelahiran Kristus pada musim salju:

“Tapi kelahiran Yesus ini yang disembah di surga dan diatas bumi ditunjukkan bagi kita pada hari ini, dengan terang awal yang masih memancarkan sinarnya di alam, [terang] ini memperlihatkan bagi indra kita kegemilangan misteri yang menakjubkan ini” (St. Leo Magnus, Sermo 26)

Awal mula perayaan Natal dilakukan di Roma pada tahun 336 Masehi dan pada abad ke-4, Gereja Roma secara resmi menetapkan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus.

Hal ini juga dibersamai dengan perayaan musim dingin yang sebelumnya telah ada.

Yesus Kristus dianggap sebagai pembawa keselamatan bagi umat manusia, sehingga Natal diperingati sebagai hari penting umat Kristen.

Puncak perayaan sendiri ada pada malam Natal yang dikenal dengan Misa Malam Natal.

Pada waktu ini umat Kristen berkumpul untuk merayakan kedatangan sang Juru Selamat yang pembawa terang bagi dunia, sekaligus waktu ini dilakukan untuk beribadah bersama.

Perayaan Natal di setiap negara berbeda-beda,ada yang memulai perayaan pada malam tanggal 24 Desember dengan Misa Malam Natal, ada pula merayakan natal dengan pasar Natal, perayaan musik dan berbagai tradisi lokal setiap daerah.

Pastinya Natal akan diisi dengan menyambut kelahiran Yesus Kristus dalam suka cita melalui tradisi berbagai hadiah dan tentunya beribadah bersama.

(Marina Juliana; berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#natal #yesus disalib #yesus kristus #perayaan