RADAR MALIOBORO - TikTok, platform berbagi video pendek yang tengah naik daun, tak hanya menjadi wadah bagi berbagai macam tren.
Kini, platform ini juga menjadi sarana efektif bagi industri hiburan, khususnya drama China, untuk menarik perhatian penonton.
Iklan-iklan singkat namun memikat yang bertebaran di FYP (For You Page) TikTok berhasil membuat banyak pengguna penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang drama tersebut.
Biasanya, iklan ini dikemas dalam format yang singkat, padat, dan penuh dengan momen-momen yang mengundang rasa penasaran.
Durasi yang terbatas memaksa kreator untuk menyajikan cuplikan terbaik dari drama tersebut dalam waktu singkat.
Iklan-iklan ini dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan "curiosity gap" atau celah rasa ingin tahu.
Meskipun kita bisa menebak garis besar ceritanya, detail kecil dan perkembangan karakter yang tidak ditampilkan dalam iklan membuat kita penasaran.
Namun, seringkali setelah menonton episode yang disediakan di Tiktok, penonton dihadapkan pada "tembok bayar".
Mereka diminta untuk mengunduh aplikasi atau berlangganan platform streaming berbayar untuk dapat melanjutkan menonton.
Dengan menyajikan potongan-potongan cerita yang menarik, platform streaming berhasil membangun antisipasi pada penonton.
Model bisnis berlangganan menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi platform streaming.
Iklan drama China di TikTok telah menjadi fenomena yang menarik untuk diikuti.
Keberhasilannya dalam menarik perhatian penonton membuktikan bahwa platform media sosial ini memiliki peran yang sangat penting dalam industri hiburan saat ini.
Namun, penting bagi para kreator untuk menjaga kualitas konten agar dapat terus menarik minat penonton dan membangun reputasi yang baik.
Namun, penonton perlu bersiap dengan kemungkinan untuk berlangganan platform berbayar jika ingin menonton drama tersebut secara lengkap.
Sebagai penonton yang cerdas, kita perlu bijak dalam memilih drama yang ingin ditonton dan tidak terjebak dalam "jebakan" iklan yang terlalu menarik. (Reinerd Adventhree K)
Editor : Winda Atika Ira Puspita