RADAR MALIOBORO - Dinamika hubungan atau relationship pada modern ini semakin luas dan beragam, terutama di kalangan generasi Z.
Karakteristik mereka yang mengharapkan keberagaman melatarbelakangi sebuah hubungan yang kompleks, namun dijalankan dengan sederhana dan cenderung menghindari tuntutan.
Mengapa demikian? Pastinya kita mengetahui istilah HTS-an atau Hubungan Tanpa Status yang banyak digandrungi anak muda saat ini.
Hubungan Tanpa Status (HTS) menjadi pilihan hubungan yang memungkinkan sepasang insan terlibat relasi tanpa mengandung unsur romansa secara terus terang.
Mereka hanya terlibat pertemuan yang intens, tapi tidak menetapkan hal tersebut sebagai keterikatan untuk saling bersama atau melengkapi.
Tentunya hubungan semacam ini berbeda jauh dari konsep pacaran.
Lantas apa yang membuat Hubungan Tanpa Status (HTS) banyak digandrungi, kita dapat memahami alasannya dengan mengetahui mengenali terlebih dahulu sebuah hubungan yang dapat disebut sebagai HTS.
1. Hubungan Tanpa Komitmen
Tentunya HTS adalah hubungan yang tidak ada landasan saling terikat secara prinsip, misalnya perasaan.
Hubungan terjalin tanpa adanya komitmen, bahkan sama sekali tidak mengindahkan kepentingan ini atau sama sekali tidak ada bahasan komitmen.
Biasanya bila ada pertanyaan tentang keseriusan hubungan, pasangan lebih memilih untuk meminta menjalani terlebih dahulu, belum bisa memutuskan kepastian.
Apalagi bila hubungan yang dijalankan tanpa ada pembahasan sama sekali tentang komitmen, maka kamu sudah berada di hubungan tanpa status (HTS).
2. Hanya Terjalin Interaksi Bukan Rasa
Relasi ini akan terlihat secara fisik sebagai sebuah kedekatan, tapi kenyataan sebenarnya hanya saling bertemu dan berinteraksi sangat sering tanpa ada status yang jelas.
Orang-orang akan memberi asumsi hubungan ini sebagai sebuah kedekatan atau pacaran, tapi yang menjalankan bisa sampai berbulan-bulan sebenarnya tanpa rasa emosional yang terhubung.
Sebaiknya jika sudah terjalin cukup lama dan mulai jenuh, segeralah mengambil keputusan di dalam diri untuk membuat batasan.
3. Datang Kalau Perlu Saja
Datang kalau butuh saja menjadi kisi-kisi utama hubungan ini, pasangan atau pihak yang dianggap pasangan hanya menghubungi dan mengajak bertemu bila ada keperluan.
Keperluan di sini lagi-lagi tidak ada batasan jelas, seperti perlu karena memang butuh bantuan atau hanya mencari orang untuk mendapatkan perhatian.
Dengan kebiasaan ini, tentunya pasangan akan sering hilang tanpa kabar.
Naasnya dalam keadaan ini, kamu tidak bisa protes karena hubungan yang terjalin sejatinya tanpa status, jadi tidak bisa marah apalagi cemburu.
Tiga penjelasan dari kisi-kisi ini semoga dapat membantu dalam memahami hubungan yang sedang terjalin agar segera mengambil keputusan yang tepat.
Hubungan Tanpa Status (HTS) memiliki beberapa alasan mengapa banyak digandrungi, misalnya alasan berikut ini:
1. Kebebasan
Tampaknya kebebasan menjadi alasan yang paling banyak melatarbelakangi Hubungan Tanpa Status (HTS).
Keinginan untuk menikmati kebebasan, seperti dapat lebih santai dalam menikmati hubungan karena tidak dibatasi komitmen dan ekspektasi yang rumit, serta memfasilitasi keinginan untuk menjalin hubungan romansa tanpa terikat norma-norma tradisional dalam hubungan.
2. Trauma
Hubungan sebelumnya yang terjalin dengan tidak baik dapat meninggalkan pengalaman pahit yang menggores rasa percaya terhadap pasangan sehingga enggan untuk menjalani hubungan yang serius.
HTS menjadi strategi yang digunakan untuk menjalani status menjomblo sementara sambil menyembuhkan luka emosional, melakukan evaluasi terhadap hubungan dan memahami diri.
Hubungan ini memberikan ruang bagi mereka supaya lebih siap untuk memutuskan hubungan yang ideal.
3. Pengalaman Baru
Motivasi Hubungan Tanpa Status (HTS) adalah mencari pengalam baru, hubungan semacam ini dapat menjadi cara mengeksplorasi berbagai hubungan dan menemukan hubungan serta pasangan yang ideal sebelum memutuskan untuk berkomitmen.
Alasan-alasan ini kembali kepada individu masing-masing, apabila merasa nyaman dengan hubungan semacam ini, maka bukan masalah. Akan tetapi meski banyak digandrungi, hubungan ini menawarkan resiko yang tidak jarang membuat HTS tidak berakhir bagus, sekaligus menjadi nilai negatif.
1. Perasaan yang Tertahan
Hubungan Tanpa Status (HTS) artinya siapa saja diantara pasangan boleh berkenalan atau memulai hubungan dengan orang lain, karena hubungan ini tidak mempunyai landasan atau komitmen, sehingga tidak ada alasan untuk saling cemburu, marah, dan melarang.
3. Cenderung Menyerang Rasa Percaya Diri
HTS yang sudah terjalin secara dalam atau ekstrem bisa mendorong rendahnya rasa percaya diri dan gangguan kecemasan.
3. Keintiman yang Kurang
Pasangan yang sering hilang dan tidak dapat dimintai kabar karena tidak adanya kejelasan hubungan dan komitmen, tentunya tidak memiliki nilai keintiman. Dalam hal ini hubungan terjalin tanpa adanya kedekatan emosional sehingga satu sama lain cenderung tidak saling memahami.
Relasi ini memiliki kecenderungan melahirkan perasaan yang tersiksa karena tidak adanya kepastian supaya dapat menunjukan emosi dengan terbuka, ketidakpastian ini melahirkan rasa bimbang dan berbagai perasaan abu-abu lainnya. Apabila ingin keluar dalam hubungan maka kamu dapat mengambil beberapa langkah berikut:
1. Cari Kejelasan
Tanyakan posisinya dalam hubungan dan apakah dia benar-benar menganggap hubungan mereka ada. Pastikan apa yang dia harapkan dari kedekatan kalian. Jika dia masih abu-abu, maka kamu harus berani mengambil langkah yang lebih pasti.
2. Berterus Terang
Sampaikan kegelisahanmu selama menjalin hubungan, ungkapkan ekspektasimu selama ini. Hal ini perlu dilakukan supaya dia mengetahui keinginan dan perasaanmu dalam hubungan. Dengan demikian ada kemungkinan bisa menyadarkannya bahwa hubungan kalian berjalan tanpa arah dan membuatnya membenah diri karena hubungan yang dijalankan membuat tidak nyaman.
3. Buat Batasan yang Jelas
Jika setelah kamu mengungkapkan perasaanmu kalian ternyata berada di keinginan yang berbeda, sebaiknya kalian perlu membuat jarang supaya tidak ada pengorbanan yang berat sebelah.
4. Dia Hanya Teman
Tanamkan ini dalam kepalamu supaya bisa memerlakukan dia sebagaimana temanmu lainnya, tidak ada yang istimewa yang bisa dirasakan. Kurangi memberi bantuan jika awalnya hubungan kalian terjalin karena kebutuhan ini.
5. Eksplorasi Relasi
Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas pergaulan, menjalin komunikasi dengan orang baru bisa membantumu pelan-pelan keluar dari kebiasaanmu dengan dia atau bayang-bayangnya. Kamu akan memahami bahwa banyak hubungan yang bisa terjalin denganmu dan lebih sehat dari sebelumnya.
(Marina Juliana; berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin