Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kontroversi Lagu 'Bayar Bayar Bayar' Band Sukatani: Kritik Sosial yang Berujung Masalah Hukum?

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 20 Februari 2025 | 23:03 WIB
Band Sukatani Saat Manggung.  (sumber: Instagram @sukatani.band)
Band Sukatani Saat Manggung. (sumber: Instagram @sukatani.band)

RADAR MALIOBORO - Band Sukatani mendadak menjadi perbincangan hangat setelah merilis lagu kontroversial berjudul Bayar Bayar Bayar.

Lagu ini diduga menyinggung praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum polisi, sehingga memicu polemik di kalangan masyarakat dan aparat kepolisian.

Kontroversi bermula ketika video klip Bayar Bayar Bayar dirilis di kanal YouTube resmi band Sukatani.

Lirik lagu tersebut secara terang-terangan mengkritik praktik pungli yang kerap dialami masyarakat saat berurusan dengan aparat penegak hukum.

Dalam waktu singkat, lagu ini viral di media sosial dan mendapat respons beragam dari netizen.

Sebagian besar masyarakat mengapresiasi keberanian Sukatani dalam menyuarakan keresahan publik, sementara pihak kepolisian merasa tersudutkan dengan isi lagu tersebut.

Namun, setelah lagu tersebut viral, beberapa pihak dari institusi kepolisian mulai menanggapi secara resmi.

Sejumlah pejabat kepolisian menyatakan keberatan dan menilai bahwa lirik lagu tersebut terlalu tendensius serta dapat merusak citra kepolisian di mata publik.

Sementara itu respons berbeda datang dari beberapa organisasi masyarakat sipil dan aktivis justru mendukung Sukatani, menyebut bahwa lagu tersebut merupakan bentuk kritik sosial yang sah dalam demokrasi.

Mereka menegaskan bahwa seniman memiliki kebebasan berekspresi untuk mengangkat isu-isu yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Puncak kontroversi terjadi ketika pihak kepolisian memanggil personel band Sukatani untuk memberikan klarifikasi terkait maksud dan tujuan lagu Bayar Bayar Bayar.

Dalam pernyataan resminya yang diunggah di akun resmi @sukatani.band, Muhammad Syifa Al Lutfi alias alectroguy selaku guitars dan Novi Citra Indriyanti dengan nama panggung Twister Angel selaku vokalis Sukatani Band menyampaikan bahwa lagu tersebut tidak bermaksud menyerang institusi kepolisian secara keseluruhan, melainkan hanya mengkritik oknum tertentu yang melakukan penyalahgunaan wewenang.

Pada video tersebut, mereka juga menyatakan bahwa mereka telah mencabut dan menarik lagu Bayar Bayar Bayar di semua platform dan meminta semua pihak yang memiliki menyimpan lagu tersebut agar tidak menyebarkannya lagi.

Kasus ini semakin memancing diskusi publik mengenai kebebasan berekspresi di Indonesia.

Beberapa musisi dan pengamat seni turut angkat bicara, menegaskan bahwa kritik dalam bentuk lagu sudah menjadi bagian dari budaya demokrasi di berbagai negara.

Di sisi lain, beberapa netizen mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memahami pesan dalam lagu, serta tidak serta-merta menyamaratakan seluruh institusi kepolisian dengan praktik pungli yang dilakukan oleh segelintir oknum.

Video klarifikasi dan permintaan maaf yang mereka unggah pada tangga 20 Februari 2025 langsung menarik banyak perhatian publik.

Dimana dalam waktu dua jam setelah di unggah, sudah mendapatkan like sebanyak hampri 40.000 likes, 12.000 komentar dan disebarkan sebanyak 10.000 kali.

(Adinda Tyas Ramadhani)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Sukatani #kritik sosial #grup band #polisi