Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Trump dan BlackRock: Penjualan Pelabuhan di Terusan Panama Picu Kontroversi Internasional

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 6 Maret 2025 | 20:23 WIB

 

Panama Canal.  (Sumber: Britannica.com)
Panama Canal. (Sumber: Britannica.com)

RADAR MALIOBORO - Dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak, sebuah konsorsium investor Amerika Serikat yang dipimpin oleh BlackRock telah mencapai kesepakatan untuk membeli mayoritas saham di dua pelabuhan strategis di Terusan Panama—Pelabuhan Balboa dan Cristóbal—dari perusahaan Hong Kong, CK Hutchison Holdings. Transaksi ini dilaporkan bernilai hampir $23 miliar dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai geopolitik serta pengaruh ekonomi di kawasan tersebut.

Kesepakatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintah Panama dan mantan Presiden AS Donald Trump, yang secara terbuka menyerukan agar Panama mengembalikan kendali atas Terusan Panama kepada Amerika Serikat. Trump, yang terus memiliki pengaruh besar dalam politik AS, mengklaim bahwa kontrol China terhadap beberapa aset penting di wilayah tersebut dapat menjadi ancaman bagi keamanan nasional AS.

Namun, Presiden Panama, José Raúl Mulino, dengan tegas menolak tuntutan Trump. Dalam pernyataannya, Mulino menegaskan bahwa setiap meter persegi Terusan Panama adalah milik Panama dan kedaulatan negaranya tidak bisa dinegosiasikan dengan pihak asing mana pun. "Terusan Panama adalah simbol kemerdekaan dan kedaulatan Panama. Kami tidak akan tunduk pada tekanan internasional," ujar Mulino dalam konferensi pers baru-baru ini.

Diketahui bahwa Terusan Panama, yang merupakan salah satu jalur perdagangan paling strategis di dunia, telah sepenuhnya berada di bawah kendali Panama sejak tahun 1999 setelah perjanjian dengan AS berakhir. Meski demikian, pengaruh ekonomi China di sekitar terusan ini telah menimbulkan kekhawatiran di Washington. China telah berinvestasi dalam proyek infrastruktur besar di Amerika Latin, termasuk di Panama, yang dianggap dapat mengancam kepentingan strategis AS di wilayah tersebut.

Dengan akuisisi ini, konsorsium yang dipimpin oleh BlackRock akan mengendalikan dua pelabuhan penting di kedua sisi Terusan Panama, sebuah langkah yang dipandang sebagai strategi untuk mengurangi pengaruh China dan memperkuat kepentingan ekonomi serta politik AS. Para analis berpendapat bahwa meskipun kesepakatan ini dilakukan oleh pihak swasta, keterlibatan pemerintah AS dalam mendorong transaksi ini tidak bisa diabaikan.

Transaksi ini memicu reaksi beragam di komunitas internasional. Beberapa pihak menilai bahwa langkah ini dapat meningkatkan ketegangan geopolitik antara AS, China, dan negara-negara di Amerika Latin. Di sisi lain, ada juga yang menganggap bahwa penjualan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas perdagangan global dan memastikan jalur logistik utama tetap aman dari intervensi asing.

Ke depan, masih belum jelas bagaimana kesepakatan ini akan mempengaruhi hubungan antara Panama dan AS. Yang pasti, langkah ini menandai babak baru dalam dinamika geopolitik di kawasan Amerika Latin dan dapat membawa dampak jangka panjang bagi keseimbangan kekuatan global.

( Adinda Tyas Ramadhani)

Sumber: Berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#BlackRock #panama #terusan panama #terusan #trump #konsorsium