Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

PewDiePie Beralih ke Linux: Ancaman Nyata bagi Dominasi Windows di Dunia Gaming?​

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 29 April 2025 | 22:15 WIB
Felix Kjellberg bersama keluarganya.
Felix Kjellberg bersama keluarganya.

RADAR MALIOBORO – Felix Kjellberg, alias PewDiePie, YouTuber dengan lebih dari 110 juta pelanggan, baru-baru ini mengejutkan komunitas teknologi dengan membangun PC gaming pertamanya dan memilih Linux Mint sebagai sistem operasinya.

"Sejauh ini saya menyukainya, fakta bahwa Anda sekarang dapat bermain di Linux sungguh menakjubkan. Tidak ada gunanya menggunakan Windows," ​ungkap PewDiePie dalam video berjudul I installed Linux (so should you).

Pernyataan ini memicu diskusi luas mengenai potensi dampak peralihannya terhadap ekosistem gaming, terutama mengingat pengaruh besar PewDiePie di kalangan gamer muda.​

Dalam videonya, PewDiePie mengungkapkan kekecewaannya terhadap Windows, terutama terkait pembaruan yang mengganggu dan pengalaman pengguna yang kurang memuaskan.

Ia menyebutkan bahwa Microsoft terus memperlakukan pengguna seolah-olah mereka tidak tahu apa yang mereka inginkan, yang mendorongnya beralih ke Linux. ​

Setelah mencoba Linux Mint, PewDiePie melangkah lebih jauh dengan menginstal Arch Linux di laptopnya.

Dalam sebuah unggahan Instagram, ia menuliskan "Had to be done" ​dengan menunjukkan ketertarikannya pada tingkat kustomisasi yang lebih tinggi. 

Langkah PewDiePie ini dianggap sebagai dukungan besar bagi evolusi gaming di Linux.

Dengan alat seperti Proton dari Valve dan Steam Play, bermain game di Linux menjadi lebih mudah diakses dan kompatibel dengan berbagai judul.

Komunitas Linux berharap bahwa pengaruh PewDiePie dapat mendorong lebih banyak gamer untuk mencoba Linux, yang pada gilirannya dapat mendorong pengembang game untuk memberikan dukungan lebih luas terhadap platform ini.​

Meskipun demikian, adopsi Linux secara luas di kalangan gamer masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal dukungan untuk game kompetitif dan esports yang saat ini masih terbatas di Linux.

Baca Juga: Jogja Mulai Terapkan Parkir Digital: 10 Juru Parkir Jalani Pilot Project QRIS, Target 100 Jukir di Akhir Mei 2025

Namun, tren seperti peningkatan pangsa pasar Linux di Steam dan popularitas perangkat seperti Steam Deck menunjukkan bahwa Linux semakin diterima di dunia gaming. ​

Peralihan PewDiePie ke Linux menandai momen penting dalam dunia teknologi dan gaming.

Dengan pengaruhnya yang besar, langkah ini dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan Linux di sektor gaming.

Namun, untuk benar-benar mengancam dominasi Windows, diperlukan dukungan lebih luas dari pengembang game dan peningkatan kompatibilitas untuk game kompetitif.​

Jika tren ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan bahwa tahun-tahun mendatang akan melihat peningkatan signifikan dalam adopsi Linux di kalangan gamer, mengubah lanskap sistem operasi yang selama ini didominasi oleh Windows.  (Affan Yunas Hakim)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#linux #komunitas teknologi #windows #gaming #microsoft #PewDiePie #youtuber