RADAR MALIOBORO - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan data terbaru jumlah siswa miskin dari tingkatan pendidikan SD/MI/Sederajat, SMP/MTs/Sederajat, SMA/SMK/MA/Sederajat.
Dilansir keterangan dari aplikasi dataku daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, (17/4) data siswa ini masih bersifat sementara dan sumber data berasal dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY.
Data tersebut adalah pada tahun 2025 untuk tingkatan pendidikan SD/MI/Sederajat total siswa miskin 77.219 ribu orang, SMP/MTs/Sederajat total 64.397 ribu orang dan SMA/SMK/MA/Sederajat total 27.303 ribu orang.
Dijelaskan juga data ini masih sama dengan data di tahun 2024 namun data ini menurun sejak tahun 2023.
Sementara itu untuk mengatasi ini Pemprov DIY mempersiapkan program Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025-2026. Program ini bertujuan menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan skema pembiayaan penuh dari pemerintah.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah diidentifikasi tiga lokasi potensial untuk Sekolah Rakyat, dua di antaranya berada di Sewon dan Sorowajan, Banguntapan, Bantul serta Samigaluh, Kulonprogo. Namun, hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bantul belum menerima arahan resmi terkait program tersebut.
"Kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh karena belum ada koordinasi dari pemerintah pusat maupun provinsi. Kami masih menunggu bagaimana koordinasi dari Pemda DIY dengan pusat," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santoso, Rabu (19/3/2025) lalu. (Umi Jari Widayah)
Editor : Iwa Ikhwanudin