RADAR MALIOBORO - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkom Digi) melakukan tindakan tegas berupa pembekuan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Worldcoin dan World ID. Hal ini dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran ketentuan penyelenggaraan sistem elektronik oleh Worldcoin dan World ID.
Ancaman serius dari layanan digital dengan biometrik ini dikhawatirkan memunculkan tindakan penyalahgunaan data pribadi. Adapun kejahatan dunia maya yang berisiko terjadi dapat mengakibatkan kerugian bagi korban.
Meskipun kini Indonesia sedang membuka kesempatan pihak-pihak luar seperti perusahaan-perusahaan teknologi global agar dapat menyokong percepatan transisi ekonomi digital, kita tetap harus waspada.
Hal yang harus diperhatikan ialah antusiasme masyarakat yang mudah tergiur uang yang didapat dengan mudah hanya dengan melakukan pemindaian iris mata. Seperti yang terjadi di daerah Bekasi dan Depok, Jawa Barat.
Apa itu biometrik?
Biometrik ialah sebuah teknologi yang digunakan untuk menjaga keamanan dari informasi data pribadi seseorang atau individu. Secara harfiahnya, “bios” berarti hidup sedangkan “matric” ialah pengukuran. Jadi, biometrik dapat dikatakan sebuah pengukuran juga analisis biologis perilaku individu yang hidup.
Karakteristik ini nantinya berfungsi untuk mengidentifikasi atau verifikasi identitas individu yang telah melakukan pengukuran tersebut. Adapun karakteristik yang dimaksud seperti sidik jari, msuara, iris mata, dan wajah. Alasan menggunakan elemen-elemen ini sebab setiap individu memiliki karakteristik yang unik dan berbeda satu sama lain.
Apabila dilihat dari sisi positifnya, biometrik memang menawarkan sebuah kemudahan verifikasi. Berbeda dengan kata sandi atau kartu akses, dengan biometrik kita dapat melakukan proses otentikasi dengan cepat dan mudah karena elemen yang digunakan ialah bagian dari tubuh kita sendiri.
Kendati demikian, kekurangan dari biometrik juga harus digarisbawahi yakni rentan akan hilangnya privasi. Hal ini dikarenakan karakteristik biometrik perlu disimpan dalam sebuah basis data. Tak dapat dipungkiri pula akan ada potensi kesalahan saat proses pemindaian data atau sebab karakteristik individu yang dapat berubah seiring berjalannya waktu.
Apa itu World App?
World App adalah dompet digital resmi anak dari ekosistem Worldcoin yang dikembangkan Tools for Humanity (TFH). TFH ialah perusahaan teknologi yang didirikan oleh Alex Blania, Sam Altman, dan Max Novendstern.
Melalui World App inilah penggunanya dapat menyimpan World ID dengan menggunakan aset kripto seperti Bitcoin, stablecoin, dan Ethereum. Dengan melakukan klaim token Worldcoin secara gratis setelah memverifikasi identitasnya melalui scan biometrik, penggunanya dapat memperoleh uang ratusan ribu rupiah.
Meskipun dalam prosesnya dijamin aman oleh Worldcoin, pakar keamanan siber dan Komdigi menilai bahwa tindakan ini sebaiknya tidak dilakukan. Mengingat banyaknya pelanggaran hukum atas data-data yang terdaftar Worldcoin di beberapa negara lain seperti Brazil, Jerman, dan Spanyol.
(Umi Jari Widayah)
Editor : Iwa Ikhwanudin