RADAR MALIOBORO - Patung kontroversial berupa babi atau celeng yang mengusung liga korupsi di Indonesia ternyata dibuat oleh Siswa Sekolah Menengah Seni Rupa, Yogyakarta yakni Dimas Hari Agung.
Patung yang bermediakan fiberglass dengan ukuran 60 cm x 5o cm ini dipamerkan di Manggala Art Studio tepatnya di Candibinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582.
Patung ini menyampaikan makna melalui simbolisasi hewan babi atau celeng sebagai para koruptor yang rakus dan kerap melakukan penyalahgunaan kekuasaan.
Patung bertajuk “Teramat Celang” ini menekankan bahwa korupsi ialah masalah serius yang harus dihadapi dan segera diatasi di Indonesia.
Detail patung ini dinilai berani lantaran menyertakan nama-nama perusahaan besar yang beberapa waktu lalu sempat melambung akibat terkuaknya kasus korupsi besar-besaran yang dilakukan.
Usut punya usut ternyata patung ini dibuat guna memenuhi Tugas Akhir Dimas di SMSR. Durasi waktu pembuatan patung ini berkisar empat bulan, dari Desember 2024 hingga Maret 2025.
“Awalnya bikin patung celengnya dulu, karena karakter karya saya monster sedang trending, nah kebetulan celeng karakternya ganas, rakus, membabi-buta, saya kepikiran untuk memasukan liga korupsi itu di karya saya,” ujar Dimas pada Jumat (2/05).
(Umi Jari Widayah)
Editor : Iwa Ikhwanudin