Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Viral di Media Sosial! Pernah Diberhentikan Secara Tidak Hormat di Marinir TNI AL, Pria Ini Kini Bergabung dengan Tentara Rusia

Bahana. • Senin, 12 Mei 2025 | 20:40 WIB

Photo
Photo
RADAR MALIOBORO - Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan berita bahwa seorang mantan Marinir TNI AL, Serda Satria Arta Kumbara (alias Sean), yang sebelumnya dipecat, kini terlihat berperang bersama pasukan Rusia di Ukraina.

Video viral di TikTok menunjukkan ia mengenakan seragam militer Rusia, memicu diskusi luas di media sosial.

TNI AL melalui Kadispenal, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady, mengonfirmasi pada 9 Mei 2025 bahwa Serda Satria Arta Kumbara telah diberhentikan tidak hormat pada 17 April 2023 melalui putusan Pengadilan Militer, setelah dinyatakan desersi sejak 13 Juni 2022.

Ia dijatuhi hukuman 1 tahun penjara, tetapi kini tampaknya bergabung dengan pasukan Rusia.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang loyalitas prajurit, keamanan nasional, dan dampak diplomatik, terutama mengingat konflik Rusia-Ukraina. 

Berdasarkan informasi yang tersedia hingga 10 Mei 2025, laporan ini mencakup detail kronologis, konfirmasi resmi, dan implikasi yang muncul, dengan fokus pada kasus Serda Satria Arta Kumbara.

Kasus ini pertama kali mencuat pada 9 Mei 2025, ketika media sosial dihebohkan dengan video viral di TikTok dari akun @zstorm689.

Video tersebut menunjukkan seorang pria bernama Sean, yang sebelumnya dikenal sebagai anggota Marinir TNI AL, kini tampil berseragam tentara Rusia dan mengaku berperang di Ukraina. Dalam narasi yang menyertai video, tertulis, "Iya memang dulu Marinir, sekarang bertempur bersama Rusia di Ukraina," yang memicu perbincangan luas.

Pria tersebut diidentifikasi sebagai Serda Satria Arta Kumbara, dengan Nomor Registrasi Prajurit (NRP) 111026, yang sebelumnya bertugas di Inspektorat Korps Marinir (Itkormar).

Proses hukum militer kemudian berlanjut, dan pada 17 April 2023, ia dijatuhi putusan Pengadilan Militer II-8 Jakarta dengan nomor perkara 56-K/PM.II-08/AL/IV/2023, yang menyatakan pemecatan tidak hormat (BTDH) dan hukuman 1 tahun penjara, dilakukan secara in absentia karena ia tidak hadir.

Video yang menjadi viral pertama kali diunggah melalui akun TikTok @zstorm689, menunjukkan Sean mengenakan seragam militer Rusia dan mengaku berpartisipasi dalam operasi militer di Ukraina.

Dalam video lain, ia tampak mengenakan seragam dinas upacara (PDU) Marinir TNI AL di depan Markas Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Surabaya, yang menunjukkan masa lalunya sebagai anggota Marinir. 

Kasus ini menimbulkan beberapa isu sensitif. Pertama, dari segi keamanan nasional, keberadaan mantan prajurit TNI yang bergabung dengan negara asing dalam konflik internasional dapat memengaruhi citra dan kepercayaan terhadap institusi militer.

Kedua, dari segi diplomatik, hubungan Indonesia dengan Rusia dan Ukraina dapat terpengaruh, terutama mengingat konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Namun, hingga 10 Mei 2025, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI atau pemerintah terkait langkah-langkah diplomatik yang akan diambil.

Berita ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara individu, institusi militer, dan hubungan internasional. Meskipun TNI AL telah menegaskan bahwa Serda Satria Arta Kumbara bukan lagi anggota aktif.

keberadaannya di medan perang Ukraina bersama Rusia menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mantan prajurit dapat berpartisipasi dalam konflik asing dan dampaknya terhadap citra nasional.

Sementara itu, diskusi di media sosial terus berlangsung, dengan berbagai spekulasi tentang motif dan konsekuensi kasus ini.

Tri Advent Sipangkar

Editor : Bahana.
#marinir #tentara rusia