Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tak Bermoral! Grup Fantasi Sedarah Facebook Jadi Bukti Indonesia Krisis Ruang Aman bagi Anak-anak!

Iwa Ikhwanudin • Senin, 19 Mei 2025 | 21:01 WIB
Tangkapan layar Grup Facebook Fantasi Sedarah yang diganti mejadi Suka Duka (Foto: @infipop.id)
Tangkapan layar Grup Facebook Fantasi Sedarah yang diganti mejadi Suka Duka (Foto: @infipop.id)

RADAR MALIOBORO - Dunia maya saat ini semakin mengerikan ditambah dengan keberadaan sebuah grup bernama “Fantasi Sedarah” dengan total pengikut juga anggotanya yang berjumlah sekitar empat puluh satu ribu pengguna.

Mirisnya, grup ini digunakan untuk membahas perihal orientasi seksual dan fantasi seksual yang menormalisasikan hubungan sedarah oleh para anggotanya.

Apabila laman obrolan digulir akan tampak beberapa akun dengan namanya yang digunakan secara anonim saling bertukar tanya mengenai pengalaman melakukan aktivitas seksual mereka dengan keluarga atau saudara sedarahnya.

Melalui unggahan Instagram @infipop.id pada Jumat (16/05), diketahui bahwa admin grup ini telah mengganti nama grupnya dari Grup Fantasi Sedarah menjadi Grup Suka Duka setelah banyak percakapan tak senonoh di dalamnya terkuak di media sosial.

Platform ini terang-terangan membagikan nilai-nilai tak bermoral dengan diskusi fantasi anggotanya tentang pengalaman seksual masing-masing dengan orang terdekat seperti ayah kandung, ibu kandung, ayah tiri, paman, sepupu dan hubungan sedarah lainnya.

Di sisi lain, grup ini menjadi sarang para pedofil yang memiliki orientasi menyimpang dan menargetkan anak-anak.

Hal ini menunjukan bahwa ruang aman bagi anak-anak di rumah baik laki-laki dan terkhusus perempuan semakin terkikis.

Bila rumah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi orang tua,keluarga, dan anak-anak yang tinggal di dalamnya kini menjadi tidak aman karena semakin banyak orang yang menormalisasikan hubungan seksual terlarang ini.

Holy Ichda Wahyuni, Pakar Psikologi Anak Universitas Muhammadiyah Surabaya mengatakan keberadaan Grup Facebook Fantasi Sedarah ini ialah realitas yang mengerikan.

Ia juga menekankan bahwa satu hal penting yang amat krusial dan harus diberi perhatian khusus oleh orang tua dan tenaga pendidik yaitu ruang aman bagi anak-anak semakin terkikis .

Holy juga menyebut tempat yang seharusnya menjadi paling suci dan aman adalah rumah dan keluarga.

Situasi ini memiliki kesan yang ironis, terlebih dengan anak-anak yang menjadi korban dan belum tentu semua anak memiliki keberanian bersuara atas pelecehan yang diterimanya.

Alasan paling umum yang dirasakan oleh anak sebagai korban tentu saja karena pelakunya ialah anggota keluarga sendiri, hubungan sedarah, terlalu dekat, namun semakin dekat maka akan semakin merasa harus bungkam.

Sayangnya, keadaan tersebut akan berbanding lurus dengan pola para pelaku pelecehan seksual lainnya dengan terus melakukan hal serupa bahkan membagikan pengalamannya di media sosial dengan pelaku lainnya.

Hal ini juga menjadi sorotan bagi Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang dengan sigap meminta kementerian terkait untuk menindaklanjuti keberadaan grup Facebook tersebut.

“Ini sangat menjijikkan. Karenanya saya minta Polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut,” ujar Sekretaris Fraksi Partai NasDem tersebut dalam keterangan resminya di laman partainya, Kamis (15/5/2025).

(Umi Jari Widayah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#grup facebook fantasi sedarah #pernikahan sedarah #Grup Face Book Suka Duka #Fantasi Sedarah