Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Museum Saka Bali Diakui UNESCO, Warisan Budaya Nusantara Mendunia

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 30 Mei 2025 | 17:37 WIB
Saka Museum Bali.
Saka Museum Bali.

RADAR MALIOBORO — Kabar membanggakan datang dari Pulau Dewata.

Museum Saka, yang berlokasi di Nusa Dua, Bali, berhasil menorehkan prestasi internasional dengan masuk dalam daftar museum terindah dunia versi Prix Versailles 2025, penghargaan bergengsi di bidang arsitektur yang berada di bawah naungan UNESCO.

Dirancang oleh arsitek kenamaan Indonesia, Andra Matin, Museum Saka resmi dibuka pada akhir 2023 dengan mengusung filosofi Tri Hita Karana sebuah prinsip keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Desain bangunannya mencerminkan keharmonisan tersebut.

Atap alang-alang kontemporer, material alami lokal, dan struktur terbuka menjadikan museum ini menyatu indah dengan lingkungan tropis Bali.

Unsur-unsur tradisional tidak ditinggalkan, namun diolah ulang menjadi bentuk arsitektur modern yang memukau.

Museum Saka bukan hanya tempat menyimpan artefak budaya.

Di dalamnya, pengunjung dapat menikmati pameran seni kontemporer Bali serta teknologi interaktif seperti augmented reality dan pemandu virtual berbasis AI.

Inovasi ini menjadikan pengalaman berkunjung terasa hidup, edukatif, dan inklusif bagi semua kalangan.

Menurut kurator utama, Ni Luh Armini, pencapaian ini merupakan buah kerja kolektif para seniman, budayawan, dan tenaga kreatif lokal.

“Museum Saka tidak hanya menyimpan sejarah, tapi juga menghidupkannya kembali dalam wujud yang bisa dinikmati oleh generasi masa kini dan mendatang,” ungkapnya.

Prix Versailles adalah ajang tahunan tingkat dunia yang menilai bangunan publik terbaik dari segi estetika, keberlanjutan, dan dampak budaya.

Museum Saka menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara dalam daftar 2025, bergabung dengan nama-nama besar seperti Museum Luma di Prancis dan Museum M+ di Hong Kong.

Prestasi ini seharusnya menjadi pemicu bagi masyarakat Indonesia untuk lebih menghargai kekayaan budayanya.

Museum Saka adalah bukti nyata bahwa budaya lokal mampu bersaing dan diakui secara global, asal dikelola dengan visi, dedikasi, dan inovasi.

Kini saatnya menjadikan museum bukan sekadar tempat kunjungan wisata, tapi ruang hidup budaya yang membentuk identitas dan kebanggaan nasional. (Tri Advent Sipangkar)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#museum terindah dunia #Museum Saka #Filosofi Tri Hita Karana #andra matin #arsitektur #bali #prestasi internasional #mendunia #unesco #nusantara #arsitek #warisan budaya #keseimbangan