JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah merancang program inovatif.
Berupa BPJS khusus untuk hewan peliharaan.
Seperti anjing dan kucing.
Gagasan ini diusulkan oleh anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth dari Fraksi PDI-P yang menjabat di Komisi C.
Ia menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan membantu pemilik hewan.
Khususnya kalangan menengah ke bawah.
Agar tidak terbebani biaya medis hewan kesayangan mereka.
Mengapa Perlu BPJS Hewan?
Menurut Hardiyanto Kenneth, tidak semua pemilik hewan mampu secara finansial.
Banyak di antara mereka yang menyelamatkan kucing dan anjing liar.
Sering kali tanpa dukungan dana dan menjadi garda depan perlindungan hewan domestik.
Dengan program BPJS Hewan, harapannya agar mereka bisa lebih ringan dalam membiayai perawatannya.
Microchip: KTP bagi Hewan Peliharaan
Program ini akan digabungkan dengan sistem microchip sebagai alat identitas unik, serupa KTP pada manusia.
Hewan-hewan peliharaan akan memiliki data digital yang memuat identitas pemilik, jenis hewan, status vaksinasi rabies, dan informasi sterilisasinya.
Kepala DKPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa microchip ini menjadi semacam KTP untuk hewan, memastikan pembiayaan layanan kesehatan mereka dapat dikelola secara sistematis dan transparan.
Rencana ini masih dalam tahap studi kelayakan yang dimulai pada 2025, diikuti dengan uji coba pada 2026.
Pelaksanaan awal terutama difokuskan pada pemilik hewan ber-KTP Jakarta yang tidak memiliki tunggakan pajak atau administrasi lainnya, guna memastikan program tepat sasaran.
Hardiyanto Kenneth berharap layanan BPJS Hewan tercakup di fasilitas seperti Puskeswan Ragunan, yang dianggap memiliki potensi menjadi barometer pelayanan kesehatan hewan berstandar nasional bahkan internasional.
Sementara itu, Hasudungan menambahkan bahwa pemasangan microchip di fasilitas milik Pemprov seperti Puskeswan akan dilaksanakan secara gratis.
Sementara layanan BPJS bisa dinikmati dengan insentif atau diskon.
Terutama bagi warga kurang mampu, meski tidak sepenuhnya gratis agar merasa dihargai.
Inisiatif BPJS Hewan di Jakarta merefleksikan perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan kesehatan hewan peliharaan sekaligus meringankan beban pemiliknya.
Dengan data berbasis microchip, sistem ini diproyeksikan lebih efisien, akurat, dan berpotensi berkembang menjadi trend nasional.
Jika berhasil, Jakarta bisa menjadi pionir dalam sistem jaminan sosial hewan peliharaan di Indonesia.
(Adinda Fatimauzzahra)
Editor : Iwa Ikhwanudin