Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Resensi Novel "Sendiri" Karya Tere Liye, Buka Tabir Kehidupan Orang-orang yang Kehilangan

Iwa Ikhwanudin • Senin, 23 Juni 2025 | 21:19 WIB
Novel Sendiri karya Tere Liye.
Novel Sendiri karya Tere Liye.

RADAR MALIOBORO - Bukan hanya Anda yang merasa kehilangan, binatang-binatang di sekitar kamu juga meratapi kepergiannya.

Jadi janganlah lama-lama terkurung dalam kesendirian.

Mungkin begitulah pesan yang tersirat dalam novel "Sendiri" karya Tere Liye.

Novel yang terbit tanggal 28 September 2024 ini mengeksplorasi tema yang sangat dekat dengan pengalaman pribadi banyak orang, yaitu kesendirian.

Tema ini dapat menyentuh pembaca yang mencari makna dalam kehidupan mereka.

Apa yang harus dia lakukan? Bagaimana dia akan melewati sisa hidupnya? Menjalani hari demi hari ketika kehilangan.

Novel ini bercerita tentang seorang tokoh yang merasa terasing dan terpisah dari lingkungan sosialnya, yang berusaha mencari kedamaian dalam dirinya sendiri.

Kesendirian yang dimaksud bukan hanya sekadar fisik, tetapi juga secara emosional dan psikologis.

Sebagai pembaca, kita dibawa untuk merasakan betapa dalamnya perasaan kesepian, tetapi pada saat yang sama juga menemukan bahwa kesendirian bisa menjadi waktu yang berharga untuk introspeksi diri.

Kesendirian yang digambarkan dalam novel ini bukanlah kesepian yang memuakkan atau mengekang, melainkan sebuah perjalanan yang membawa tokoh utama untuk mengenal dirinya lebih dalam.

Ia menyadari bahwa dalam hidup ini, kita terkadang perlu waktu untuk “sendiri” agar dapat kembali menemukan makna dan tujuan hidup kita.

"Tidak ada lagi kamera yang terarah."

"Pagi itu, tiga jam setelah kepergian ibu Susi, antrean pelayat di jalan aspal menelan ludah, menonton  pertunjukan tarian penghormatan burung-burung di atas sana."

"Itu benar. Ibu Susi memang spesial." (halaman.13)

Kutipan di atas tersebut adalah gambaran karakter fabel.

Burung pun memberikan tarian penghormatan.

Genrenya fabel yang diciptakan binatang bisa berbicara, binatang ini dibuat pengarang untuk mengambil peran penting dalam alur kehidupan.

Binatang-binatang tersebut adalah yang dekat dengan kehidupan manusia, Rusa, burung, kura-kura, bangau, kucing.

Kemudian narasi yang dijabarkan sangat rapih, bahasa yang digunakan mudah dipahami dan memiliki daya memikat.

Dijamin pembaca yang membuka dari halaman pertama sampai terakhir tidak akan merasa bosan. 

Setiap karya sastra tentu memiliki sisi kelebihan dan kekurangan, dan Sendiri tidak terkecuali.

Salah satu kelebihan utama dari novel ini adalah alur cerita yang sangat kuat dan penuh dengan makna hidup.

Baca Juga: Menteri Sosial Saifullah Yusuf: Bantuan Sosial Dinaikkan, Pemerintah Dorong Daya Beli dan Jaga Ekonomi Rakyat

Setiap halaman membawa pembaca untuk merenung dan berpikir tentang diri sendiri.

Penggunaan bahasa yang mudah dipahami namun penuh makna juga menjadi salah satu daya tarik utama.

Namun, di sisi lain, beberapa pembaca mungkin merasa bahwa cerita ini agak lambat pada awalnya.

Alur yang lebih berfokus pada perasaan dan proses internal tokoh utama bisa terasa cukup berat bagi sebagian orang.

Namun, bagi mereka yang menikmati cerita yang mengajak untuk berpikir dan merenung, kekurangan ini bukanlah masalah yang besar.

Novel ini tidak hanya menawarkan sebuah cerita, tetapi juga sebuah perjalanan batin yang mendalam.

Dengan tema yang kuat, karakter yang memikat, dan pesan yang menggugah.

Buku ini patut untuk dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang diri mereka sendiri.

Tidak hanya sekadar novel, tetapi sebuah karya yang dapat memberikan pencerahan bagi pembaca yang sedang mencari makna kehidupan.

Buku ini sangat cocok bagi siapa saja yang sedang mencari sebuah bacaan yang tidak hanya menghibur tetapi juga menggugah hati dan pikiran.

Bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan atau merasa terasing dalam hidup, novel ini bisa menjadi sebuah pengingat bahwa kita semua memerlukan waktu untuk diri sendiri.

Dengan menghabiskan waktu sendiri, kita bisa lebih memahami tujuan hidup kita dan menemukan kedamaian dalam diri.

(Umi Jari Widayah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tere liye #orang #Sendiri #buku #karya #kehilangan