Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dari Warisan Hingga Inovasi: Kuliner Indonesia Tetap Menggoda Dunia

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 4 Juli 2025 | 20:00 WIB
Sate, bakwan jagung, sambal tomat, puding busa.
Sate, bakwan jagung, sambal tomat, puding busa.

RADAR MALIOBORO - Kuliner Indonesia tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya, tetapi juga terus berkembang melalui kreativitas masyarakatnya.

Mulai dari hidangan klasik seperti sate hingga camilan kekinian seperti bakwan jagung renyah dan puding busa yoghurt, semua menunjukkan bahwa makanan adalah bagian penting dari identitas, ekonomi, dan gaya hidup orang Indonesia.

Sate, daging tusuk yang dibakar dan disajikan dengan bumbu khas seperti kacang atau kecap manis, tetap menjadi hidangan andalan Indonesia yang telah menembus selera global.

Di kota-kota seperti Tokyo, Amsterdam, dan Melbourne, menu sate menjadi andalan di restoran Indonesia dan disukai oleh pelanggan lokal maupun diaspora.

Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebelum tergabung dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, subsektor kuliner berkontribusi sekitar 40% terhadap PDB ekonomi kreatif nasional, dengan sate menjadi salah satu ikon terpopulernya.

Hal ini menegaskan bahwa cita rasa lokal memiliki daya saing kuat di panggung global.

Camilan sederhana berbahan jagung manis, tepung, dan irisan daun bawang ini kembali naik daun, terutama saat bulan Ramadan dan tren gaya hidup hemat pascapandemi.

Bakwan jagung bukan hanya murah dan mudah dibuat, tapi juga disukai oleh berbagai kalangan usia.

Kehadirannya dalam menu berbuka puasa sangat umum, karena bisa disajikan hangat dan cocok disantap bersama cabai rawit atau sambal pedas.

Tak hanya itu, beragam kreasi “bakwan renyah anti-gagal” bahkan menjadi konten populer di platform seperti TikTok dan Instagram, menjadikan makanan rumahan ini tetap relevan di era digital.

Inovasi kuliner juga hadir dalam bentuk camilan sehat seperti puding busa yoghurt.

Terbuat dari yoghurt dan putih telur yang dikocok hingga berbusa, camilan ini memiliki tekstur ringan dan rasa segar.

Kandungan probiotik pada yoghurt menjadikannya pilihan ideal untuk mendukung pencernaan, terutama bagi anak-anak.

Kini, puding busa banyak dimasukkan dalam menu MPASI (Makanan Pendamping ASI) serta bekal sekolah.

Warnanya yang menarik dari buah-buahan alami seperti stroberi, mangga, atau blueberry juga membuatnya disukai anak-anak, sekaligus cocok untuk orang dewasa yang mencari alternatif dessert rendah gula.

Kuliner Indonesia mencerminkan lebih dari sekadar kebiasaan makan ia adalah ekspresi budaya, kreativitas, dan daya adaptasi masyarakat.

Sate membawa nama Indonesia ke luar negeri, bakwan mempererat kebersamaan di rumah, dan puding busa menunjukkan perhatian pada kesehatan generasi muda.

“Kuliner adalah bahasa universal. Dalam setiap suapan sate, kriuk bakwan, atau lembutnya puding busa, tersimpan cerita tentang tradisi, inovasi, dan cinta keluarga Indonesia.” (Tri Advent Sipangkar)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#menggoda #badan ekonomi kreatif #dunia #warisan #sate #inovasi #kuliner indonesia