RADAR MALIOBORO - Baru-baru ini muncul sebuah vidio viral di media sosial yang memperlihatkan moment antara seorang Ibu mertua dan menantunya saat proses melahirkan menjadi viral di media sosial. didalam unggahan vidio tersebut, terlihat ibu mertua yang tampak marah kepada menantunya yang sedang kesakitan.
Moment ini langsung menarik perhatian banyak orang dan menimbulkan berbagai reaksi dari warganet.
Dalam vidio yang sedang beredar, menantu terlihat berjuang menghadapi rasa sakit yang luar biasa saat ingin melahirkan. dengan suara lemah wanita itu mengeluhkan rasa sakit, dia merasa tidak sanggup dengan proses melahirkan.
“Rasanya aku ingin mati,” ungkap ibu hamil. (31/07)
Namun bukanya memberikan dukungan atau semangat Ibu mertua justru terlihat mengeluarkan kata-kata yang kasar dan penuh emosi.
Heehh! Jangan kau begitu! Kau kira kau saja yang capek? Kita disini tiga hari empat malam, capek menunggu!” ucap ibu mertua dengan nada tinggi. (31/07)
“ Biarr mati juga tapi lahirkan dulu anak itu, atur aja nafasmu,” lanjut sang ibu mertua. (31/07)
Mendengar kata dari ibu mertua, bidan yang membantu persalinan berusaha memberikan semangat kepada pasiennya, dengan cara mengelus-elus perut pasien. Sang bidan juga sempat menegur ibu pasien.
“jangan begitu bun, kasih dia semangat,” kata bidan tersebut. (31/07)
Situasi ini membuat banyak orang merasa iba, terhadap menantu yang harusnya mendapatkan dukungan dan pengertian di saat seperti itu.
Postingan yang viral ini banyak memicu reaksi dari warganet.
Baca Juga: Tanggapi Dinamika Global, Kapolri Listyo Sigit Sebut Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Beberapa di antaranya mengaku ikut kesal dengan perkataan yang di lontarkan oleh mertua ke menantunya.
“jauhkan dari mertua model begitu,”.
“jangan sampai anak saya dapat mertua yang begitu,”. ungkap beberapa komenan di sosial media.
Dengan adanya vidio ini warganet menujukan betapa pentingnya dukungan emosional dan komunikasi yang baik dalam hubungan keluarga. momen melahirkan harusnya menjadi waktu yang penuh cinta dan dukungan.
(Dela Apriyanti)
Editor : Iwa Ikhwanudin