RADAR MALIOBORO - Pada 7 Agustus suasana Pantai Krakal, kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, mendadak gempar setelah ditemukanya mayat tanpa kepala di hamparan pasir.
Laporan penemuan mayat diterima oleh Tim SAR gabungan sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat ditemukan, kondisi mayat sangat mengenaskan.
Menurut koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko, mayat ditemukan dalam keadaan rusak dan sebagian anggota tubuhnya tidak utuh.
Warna kulitnya sudah memucat dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Diduga, jasad tersebut telah terendam air laut selama beberapa hari dan terbentur karang atau benda keras saat terombang-ambing oleh ombak.
Karena kondisi mayat yang rusak parah, identitas korban tidak dapat dikenali ditempat.
Jasad tersebut segera dievakuasikan dan dibawa ke RSUD Wonosari untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan forensik.
Hingga saat ini identitas mayat belum diketahui, termasuk jenis kelaminnya.
Hal ini disebabkan karena kondisi tubuh yang sudah rusak parah.
Menurut keterangan anggota SAR sarlitmas wilayah II, Adi Setyawan “ Kami belum bisa memastikan apakah jasad ini adalah korban yang hilang di Pantai Siung beberapa waktu lalu. Semua masih dalam penyelidikan”, jelasnya.
Sebelumnya,dilaporkan seorang wisatawan hilang terseret ombak di Pantai Siung, Kapanewon Tepus, Gunungkidul.
Penemuan jasad ini diduga berkaitan dengan laporan hilangnya seorang wisatawan di Pantai Siung.
Namun, dugaan ini masih menunggu hasil pemeriksaan lanjut dari pihak berwenang.
Karena kondisi jasad yang tidak memungkinkan untuk diidentifikasi secara visual di RSUD Wonosari, maka jasad tersebut dirujuk ke Rs Bhayangkara.
Disana, akan dilakukan pemeriksaan forensic lebih lanjut, termasuk kemungkinan tes DNA, untuk mengungkap identitas korban.
Saat ini, polisi dan tim medis masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.
(Adessia Miftahullatifah)
Editor : Iwa Ikhwanudin