RADAR MALIOBORO – Warga Ngemplak, Sleman, digegerkan oleh penemuan benda mencurigakan berupa mortir berukuran besar yang di duga sebagai bom pesawat peninggalan masa lalu. Benda berbahaya seberat 400 kg lebih ini di temukan di halaman rumah warga saat menggali tanah.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, mengkonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan warga yang menemukan benda itu segera melapor ke Polsek Ngemplak setelah mata cangkulnya membentur benda keras. Polisi kemudian memasang garis batas di sekitar lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Jibom (Penjinak Bom) Gegana Satbrimob Polda DIY untuk mengevakuasi benda tersebut.
Setelah berhasil di evakuasi, mortir dengan panjang sekitar 1 meter dan diameter 20 cm dibawa ke area disposal di bawah bukit di pedukuhan Besalen, Kapanewon Cangkring, Sleman. Namun, proses pemusnahan di lakukan pada Senin malam menemui kendala (11/8).
“Disposal sudah dilakukan empat kali, namun benda tersebut belum juga meledak”, ujar AKP Salamun (11/8).
Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Edy Suranta Sitepu, menjaskan bahwa mortir tersebut diduga kuat sebagai bom pesawat. “Beratnya sekitar 400 kiloan lebih, kemungkinan ini bom pesawat jenisnya", jelasnya (11/8).
bom tersebut diperkirakan peninggalan masa Agresi Militer ll dengan daya ledak mencapai 500 meter lebih.
Akibat gagalnya proses disposal, tim Jibom memutuskan untuk menundanya dan akan melanjutkan pada selasa hari ini (12/8). Rencananya kekuatan ledakan akan di tambah demi keselamatan, sebanyak 21 keluarga di sekitar lokasi dievakuasi sementara ke kantor kaluharan. Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat untuk menjauh area berbahaya terseburt dan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di beberapa titik jalan.
(Dela Apriyanti)
Editor : Iwa Ikhwanudin