RADAR MALIOBORO - Penyanyi legendaris Ari Lasso kembali mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap manajemen WAMI (Wahana Musik Indonesia). Dalam unggahan terbaru di media sosial, Ari mengajak para musisi, event organizer (EO), manajer artis, serta pemilik tempat hiburan seperti kafe, karaoke, restoran, dan bar untuk mendukung petisi yang ia buat terkait pengelolaan WAMI.
Ari Lasso dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak ingin melibatkan pihak-pihak resmi seperti BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atau KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam kasus ini, mengingat keduanya sedang sibuk dengan urusan yang lebih mendesak untuk bangsa.
Sebagai alternatif, Ari mengusulkan untuk mengumpulkan dana bersama guna menyewa lembaga auditor independen untuk memeriksa dan mengaudit transparansi keuangan WAMI. Ia bahkan menyebutkan kemungkinan menggunakan firma audit besar seperti PricewaterhouseCoopers, namun ia juga yakin bahwa teman-teman yang memiliki lembaga auditor akan dengan senang hati membantu perjuangan ini.
Ari juga menambahkan bahwa masalah ini bukanlah sesuatu yang bersifat pribadi, melainkan murni soal bisnis dan tata kelola yang lebih baik di industri musik. Di akhir postingannya, ia tidak lupa menyebutkan dukungannya terhadap WAMI, meskipun ia merasa harus ada pembenahan dalam pengelolaan yang lebih transparan dan adil.
Selain itu, Ari Lasso turut menyinggung beberapa tokoh publik yang ia anggap bisa berperan dalam mendukung perjuangannya. Salah satunya adalah Yovi Widianto, seorang pianis ternama, dan Raffi Ahmad, yang juga dikenal memiliki pengaruh besar di dunia hiburan Indonesia. Ari berharap mereka bisa memberikan pandangan dan dukungannya terkait masalah ini.
Seperti yang diketahui, kasus WAMI sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu setelah adanya klaim pembayaran royalti yang tidak sesuai, dengan artis seperti Ari Lasso yang mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap manajemen WAMI yang dinilai buruk dalam hal pengelolaan dana.
Dengan adanya petisi yang kini digagas oleh Ari Lasso, ia berharap bisa menciptakan perubahan yang lebih baik untuk industri musik Indonesia dan memastikan bahwa hak-hak para artis dan musisi dihargai dengan layak.
(Athifah Dihyan Calysta)
Editor : Iwa Ikhwanudin