Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

The Bapuk, Band Kumpulan Sahabat Lama, Rilis Extended Play (EP) Menengah ke Bawah Volume 1

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:50 WIB
Personel The BAPUK Band.
Personel The BAPUK Band.

JOGJA - Berawal dari dua sahabat lama yang bertemu kembali meskipun dalam kondisi yang tidak begitu ideal.

Namun menggugah semangat untuk menggulirkan lagi proyek musik berbentuk band, seperti yang pernah mereka lakukan di medio 2015.

Tak disangka, pemilihan nama The Bapuk memang terdengar unik dan lucu jika diucapkan.

"Mengingat kata ‘bapuk’ dalam bahasa gaul biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang usang," ujar pendiri The Bapuk, M. Doni Kurniawan , Rabu (20/8/2025).

Tak layak dan bisa jadi bentuk sindiran atau ungkapan kekecewaan terhadap sesuatu.

"Tak heran jika proyek perdana Extended Play (EP) yang dirilis 22 Agustus 2025 itu, The BAPUK memberi judul ‘Menengah ke Bawah Volume 1’," kata Doni.

Terlebih rilisan yang berisi enam lagu itu menceritakan tema-tema realita yang terjadi di seputar kehidupan.

Seperti keresahan dan keluh kesah hidup yang biasa dialami kalangan menengah ke bawah.

Pengkhianatan hingga penyemangat diri untuk terus melangkah mengarungi kehidupan.

"The Bapuk meramu tema-tema tersebut dalam aransemen sederhana yang dibalut nuansa yang agak punk-rock maupun pop," kata Pendiri The Bapuk, Herwindo Iskandar.

Dalam rangka mengenalkan diri kepada khalayak, The Bapuk menggambarkan diri sebagai warga komplek yang berlagak nge-punk.

Dengan menyebut para personilnya dengan nama panggilan yang biasa terdengar di lingkungan masyarakat sehari-hari.

Pak RT (M. Doni Kurniawan/pemain Bass) dan Pak Bogang (⁠Herwindo Iskandar/pemain Gitar) sebagai pendiri The Bapuk ini mengajak warga lain yaitu Pak Tresno (⁠Bahana Adiputra Siregar/pemain Drum), Lik Gan (Ganter Hanggayuh Puji Pramono/pemain Gitar) dan Pak D (Dharu Dwi Atmadja/penyanyi).

"Meskipun baru resmi terbentuk pada 1 Mei 2025, The BAPUK langsung turut tampil di event Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-30 bulan Juli 2025," tambah Dharu Dwi Atmadja.

Dan memperkenalkan karyanya dalam event kolektif ‘WAGGIGS Vol.5’ di Milli by Shaggydog beberapa waktu yang lalu.

"Band yang akrab menyapa para penikmatnya dengan sebutan ‘Para Warga’ ini sangat berterima kasih atas dukungan terhadap EP ‘Menengah ke Bawah Volume 1’ yang bisa dinikmati mulai 22 Agustus 2025 di semua Digital Streaming Platform (DSP)," kata Dharu.

Bagi Dharu, bermusik ibarat seperti pulang ke rumah, yang selalu jadi candu dan rindu.

Semasa kuliah di UNY, selain aktif di UKM Musik Sicma, Dharu juga sudah main band bersama Alldint Band selama 4 tahun.

Dan setelah itu, Dharu membentuk The Kings.

Kiprahnya di dunia entertain dari kafe ke kafe selama 7 tahun berhenti karena keputusannya untuk menekuni dunia Sales & Marketing.

Sekian belas tahun bergelut di dunia event-promotion dan sponsorship acap kali rasa rindu mendorong Dharu untuk kembali bermusik.

Gayung bersambut, The Bapuk mangajak Dharu untuk mengisi suara dengan karakter vokalnya yang boleh dibilang harus sering didengarkan agar bisa lebih akrab di telinga Para Warga.

Sedangkan lagu-lagu yang ada di album The Bapuk, Menengah ke Bawah Volume 1: Terik Matahari, Hajar Terus, Menengah ke Bawah, Masih Gelap, PISD, dan Liburan. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Punk-Rock #musik pop #keluh kesah hidup #Menengah ke Bawah Volume 1 #Yogyakarta Gamelan Festival #the bapuk #Milli by Shaggydog #the bapuk band #pop #musik punk rock #sahabat lama #Extended Play