RADAR MALIOBORO — Pernyataan Wakil Ketua DPR RI yang menyebut tunjangan rumah anggota dewan bisa mencapai Rp50 juta per bulan memicu gelombang kekecewaan. Tidak hanya di jalan, kritik juga membanjiri media sosial, terutama TikTok. Warganet ramai-ramai menyuarakan rasa muak atas besarnya tunjangan tersebut yang dinilai jauh dari realitas hidup rakyat.
Kontroversi semakin menguat setelah sejumlah anggota DPR dari kalangan artis turut berkomentar. Salah satunya Nafa Urbach yang kini menjabat sebagai anggota DPR. Melalui live di akun TikTok pribadinya, Nafa Urbach mengaku alasan tunjangan rumah diperlukan karena dirinya tinggal di kawasan Bintaro yang rawan macet. “Saya tinggal di Bintaro, setiap hari macet.,” ujarnya.
Pernyataan ini menuai kritik keras. Akun TikTok @ahmadfannyr menyoroti bahwa justru sebagai wakil rakyat, Nafa seharusnya berupaya mencari solusi kemacetan, bukan menjadikan macet sebagai dalih meminta tunjangan besar. “Itu tanggung jawab pejabat publik, bukan malah menjadikan macet sebagai alasan menaikkan gaji untuk sewa rumah di dekat Senayan,” tegasnya dalam unggahan yang viral.
Komentar itu langsung dibanjiri respons warganet. Akun @cucuSundrawati menuliskan, “Nafa Urbach belum ngeh kali ya kalau sekarang ini dia udah jadi wakil rakyat, bukan artis lagi!” Sementara @yummyBites menyindir, “Pdhl kan wakil rakyat harusnya berbaur sama rakyat, naik KRL aja nggak mau. Daerah yang sering dilewatin macet tapi dia nggak punya solusi cara ngurai kemacetan.”
Netizen lain dengan akun @Sunflowerslee__ bahkan menanggapi dengan nada satir, “Penalaran mereka agak meragukan sih. DPR katanya bisa ngekos Rp1 juta, kamar mandi luar. Tapi coba pikir, DPR mana yang mau ngekos? Beras aja ditanggung pajak kok.”
Kekecewaan publik ini turut berimbas pada aksi nyata. Beberapa organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat telah menyatakan siap melakukan unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin (25/8). Mereka menuntut adanya pembatalan kebijakan tunjangan rumah puluhan juta rupiah yang dianggap tidak mencerminkan empati di tengah kondisi rakyat.
Hingga kini, pihak DPR belum memberikan penjelasan resmi terkait derasnya kritik yang muncul, baik dari masyarakat umum maupun dari warganet di media sosial.
(Aulia Freza Fitriani)
Sumber: akun tiktok @ahmadfannyr, @nafaurbach