RADAR MALIOBORO - Rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni yang terletak di Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diserbu dan dijarah oleh massa pada Sabtu sore, 30 Agustus 2025. Aksi penjarahan ini terjadi setelah massa yang geram dengan pernyataan kontroversial dan isu tunjangan anggota DPR menggeruduk kediaman Sahroni. Massa yang diperkirakan mencapai ratusan orang ini tidak hanya melakukan demonstrasi tetapi juga menerobos masuk ke dalam rumah dan membawa kabur berbagai barang milik Sahroni.
Dalam proses penjarahan, berbagai perabotan rumah tangga ikut dirampas oleh massa. Barang yang diambil antara lain adalah lemari, kursi, meja , piano, bathtud serta bantal dan pakaian yang ditemukan dalam rumah. Selain itu, massa juga membawa barang-barang pribadi seperti jam tangan mewah, tas bermerek, mainan koleksi, figur patung Iron Man berskala besar, serta dokumen pribadi penting seperti kartu keluarga, ijazah, surat tanah, dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Bahkan, massa sempat memasuki area kolam renang dan rumah tamu yang berada dalam kompleks rumah Sahroni.
Kendaraan mewah milik Sahroni yang terparkir di garasi juga mengalami perusakan parah akibat dilempari batu dan hancur berantakan. Sekitar lima mobil mewah, termasuk merek Lexus dan Porsche, kaca pecah dan bodi penyok akibat amukan massa. Beberapa mobil bahkan sampai terguling akibat aksi brutal tersebut. Pecahan kaca dan sisa-sisa kerusakan berserakan di halaman rumah, menunjukkan betapa ganasnya situasi saat itu.
Perusakan dan penjarahan ini dipicu oleh kemarahan warga terhadap ucapan Sahroni yang menyebut masyarakat memiliki “mental tolol” jika ingin membubarkan DPR. Selain itu, isu kenaikan tunjangan anggota DPR yang mencapai ratusan juta rupiah semakin memicu ketidakpuasan publik. Massa yang datang tidak semuanya merupakan warga setempat, beberapa di antaranya merupakan kelompok dari luar lingkungan yang ikut berkontribusi dalam kerusuhan.
Petugas kepolisian dan TNI segera datang untuk menenangkan situasi dan mengamankan lokasi. Mereka membubarkan massa dengan imbauan melalui pengeras suara di masjid sekitar agar massa tidak melakukan tindakan anarkis lebih lanjut. Setelah berjam-jam terjadi kerusuhan, situasi mulai kondusif saat massa perlahan-lahan meninggalkan lokasi dengan membawa barang curian tersebut.
(Adessia Miftahullatifah)
(Sumber : Berbagai Sumber )