RADAR MALIOBORO – Di tengah derasnya arus informasi media sosial, muncul sebuah gerakan yang berhasil menarik perhatian publik. Aksi "Tuntutan Rakyat" yang digagas oleh dua influencer, Jerome Polin dan Salsa Erwina, menjadi viral dengan perolehan lebih dari satu juta 'likes' dalam waktu singkat. Gerakan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan representasi dari kegelisahan masyarakat yang menuntut perbaikan sistem dan kebijakan di Indonesia.
Gerakan ini berawal dari kekecewaan publik terhadap berbagai isu nasional. Tuntutan yang diajukan mencakup , transparansi anggaran hingga perbaikan sistem peradilan. Insta story yang dibagikan oleh Jerome Polin dan Salsa Erwina berisi poin poin tuntutan yang terstruktur, membuat pesan mereka mudah dipahami dan disebarluaskan.
Dua tuntutan yang diangkat adalah terkait gaji dan tunjangan anggota DPR serta pengusutan kasus kekerasan oleh apparat. Tuntutan untuk membekukan kenaikan gaji DPR dan mempublikasikan anggaran secara transparan datang dari desakan masyarakat yang merasa bahwa alokasi dana publik harus lebih efisien. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap lembaga legislatif.
Selain tuntutan mengenai DPR, gerakan ini juga menyerukan pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut kasus kasus seperti yang menimpa Afan Kurniawan dan Umar Amarudin. Tuntutan ini mencerminkan kebutuhan publik akan adanya keadilan dan pertanggungjawaban dari pihak berwajib, serta pentingnya perlindungan hak hak sipil.
Menanggapi tuntutan ini, beberapa pihak telah memberikan respons. Presiden RI, Prabowo Subianto, menghimbau masyarakat untuk tenang dan percaya pada pemerintah. Namun, banyak pihak menganggap respons tersebut belum cukup konkret. Publik menuntut langkah nyata, bukan hanya imbauan, untuk menyelesaikan masalah masalah yang ada.
(Adessia Miftahullatifah)
Sumber: Berbagai Sumber