Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mulai 1 September Partai NasDem Menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 3 September 2025 | 20:35 WIB
Sosok Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach.
Sosok Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach.

RADAR MALIOBORO – Partai NasDem secara resmi menonaktifkan dua anggotanya yaitu, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, efektif mulai 1 September 2025. Keputusan ini diumumkan dalam maklumat resmi yang ditandatangani oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh dan Sekeraris Jenderal Hermawi F Taslim. Penonaktifan keduanya dilakukan setelah partai menilai ada pernyataan yang disampaikan mereka menyakiti perasaan masyarakat luas, sekaligus bertentangan dengan semangat dan perjuangan partai yang berlandaskan aspirasi masyarakat.

Akibat respon tajam publik atas pernyataan keduanya, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach harus menerima konsekuensi berupa penonaktifan. Ahmad Sahroni mendapat sorotan karena pernyataannya yang keras menanggapi kritik wacana pembubaran DPR dengan menyebut pengusung ide itu "orang tolol." Pernyataan ini dianggap meremehkan aspirasi masyarakat yang sedang marak menuntut reformasi lembaga legislatif. Sementara itu, Nafa Urbach menjadi sorotan publik setelah dianggap membela tunjangan rumah anggota DPR yang mencapai puluhan juta rupiah, hal ini memicu kemarahan masyarakat yang menilai tunjangan tersebut berlebihan.

Sebelum penonaktifan, NasDem telah mencopot Ahmad Sahroni dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR dan memindahkannya ke Komisi I sebagai bentuk tindakan awal partai merespons kontroversi yang terjadi. Selain itu, rumah Sahroni sempat dijarah oleh massa pengunjuk rasa, yang menimbulkan perhatian luas mengenai dinamika politik yang memanas akhir-akhir ini. Kejadian tersebut semakin memaksa partai untuk mengambil keputusan tegas guna meredam konflik dan menjaga nama baik partai.

Nafa Urbach, sebagai Bendahara Fraksi NasDem dan satu-satunya perempuan yang dinonaktifkan, menunjukkan sikap tanggung jawab partai dalam menjaga integritas dan moral perjuangan politiknya. Partai menegaskan bahwa perjuangan politik NasDem bertumpu pada nilai kerakyatan dan tujuan nasional bangsa seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Oleh sebab itu, segala pernyataan yang menimbulkan perpecahan dan merusak kepercayaan publik dianggap sebagai penyimpangan yang harus ditindaklanjuti secara serius.

Menindaklanjuti keputusan penonaktifan, Fraksi NasDem di DPR meminta penghentian sementara gaji, tunjangan, dan fasilitas yang melekat pada Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Kebijakan ini merupakan bagian dari penegakan mekanisme dan integritas partai agar proses penonaktifan tidak sekadar formalitas, melainkan juga membawa dampak yang nyata dalam fungsi kepartaian. Saat ini, proses penonaktifan juga tengah ditindaklanjuti oleh mahkamah partai NasDem untuk memastikan semua prosedur berjalan transparan dan akuntabel.

(Adessia Miftahullatifah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ahmad sahroni #nafa urbach