RADAR MALIOBORO - Sebuah program pemerintah yang seharusnya memberikan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah di Bantul, Yogyakarta, kembali menjadi sorotan publik. Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan beberapa siswa menemukan serangga, termasuk jangkrik dan ulat, dalam paket makanan yang disediakan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang standar kebersihan dan pengawasan dalam program tersebut.
Seorang siswa tampak menunjukkan tahu yang berisi jangkrik dan ulat di dalam sayur. Penemuan ini bukan insiden tunggal, kasus serupa terjadi secara berurutan selama tiga hari. Hal ini mengindikasikan adanya masalah sistemik dalam rantai penyediaan makanan, bukan hanya kelalaian sesaat. Pihak sekolah, SMP 2 Sewon, telah melaporkan temuan ini kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Pihak penyelenggara program, Miri Pendowoharjo Sewon Bantul, mengakui adanya kelalaian ini. Mereka mengatakan bahwa meskipun standar operasional (SOP) sudah dijalankan, mereka "kecolongan". Salah satu perwakilan penyelenggara menyebutkan bahwa menu yang tercemar ulat adalah sayur sawi, yang "logis" jika ditemukan ulat di dalamnya. Pernyataan ini menuai kritik karena menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan dan keamanan pangan, terutama untuk konsumsi anak-anak.
Insiden ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kasus serupa juga mencuat di daerah lain, seperti Purbalingga, Jawa Tengah. Pihak sekolah dan penyedia makanan saat itu juga beralasan bahwa kontaminasi terjadi di luar kontrol mereka, meskipun mereka berjanji akan melakukan perbaikan. Kasus berulang ini menunjukkan bahwa masalah kontaminasi makanan dalam program pemerintah masih menjadi isu besar yang perlu segera ditangani.
Para ahli gizi dan kesehatan masyarakat menekankan pentingnya audit menyeluruh terhadap seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang, makanan yang didistribusikan harus memenuhi syarat keamanan dan kebersihan. Standar kebersihan yang ketat, pengawasan berkala, dan pelatihan bagi para penyedia layanan makanan mutlak diperlukan untuk mencegah insiden seperti ini terulang kembali.
(Adessia Miftahullatifah)
Editor : Iwa Ikhwanudin