RADAR MALIOBORO - Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes), Iko Juliant Junior (19), meninggal dunia dengan sejumlah kejanggalan yang hingga kini masih diselidiki.
Iko diketahui terakhir berpamitan kepada ibunya pada Sabtu (30/8) sore dengan mengenakan almamater kampus dan perlengkapan organisasi. Malam harinya ia sempat pulang, lalu menuju Polda Jawa Tengah untuk menemui rekannya yang ditangkap saat aksi demonstrasi.
Keesokan hari, Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, polisi mencatat adanya insiden kecelakaan di Jalan Veteran, Semarang. Namun, keluarga baru mendapat informasi sekitar pukul 11.00 WIB bahwa Iko sudah berada di RS Kariadi. Setelah menjalani operasi akibat pendarahan di limpa, Iko menghembuskan napas terakhir pada sore hari.
Pusat Bantuan Hukum (PBH) Unnes menyebut ada sejumlah kejanggalan. Selain cedera dalam, ditemukan luka sobek di bibir dan memar di sekitar mata. Kesaksian ibunya juga menambah pertanyaan, sebab sebelum meninggal Iko sempat mengigau dan berkata, “Ampun Pak, jangan pukuli saya lagi.”
Pihak keluarga mempertanyakan keterlambatan informasi delapan jam setelah kejadian, serta kehadiran anggota Brimob yang disebut ikut membawa Iko ke rumah sakit. Padahal, biasanya Brimob tidak menangani kasus kecelakaan lalu lintas.
Rektor Unnes, Prof. Dr. S. Martono, menegaskan kampus siap memberi pendampingan hukum jika keluarga melayangkan laporan resmi. Ia menekankan bahwa informasi yang beredar di publik masih berupa dugaan. “Kampus hanya bisa menindaklanjuti bila ada aduan tertulis dari keluarga. Laporan awal yang kami terima menyebut kematian akibat kecelakaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, memastikan penyelidikan dilakukan secara transparan. Polrestabes Semarang yang menangani kasus ini mendapat asistensi langsung dari Polda Jawa Tengah.
Hingga kini, misteri kematian Iko Juliant Junior masih menjadi sorotan. Publik menantikan jawaban pasti apakah ia benar meninggal akibat kecelakaan, atau ada faktor lain di balik peristiwa tragis tersebut.
(Aulia Freza Fitriani)