Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mahasiswa Indonesia di Belanda Wafat Usai Dampingi Pejabat, PPI Belanda Tuntut Pertanggungjawaban

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 10 September 2025 | 02:25 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

RADAR MALIOBORO – Duka mendalam menyelimuti komunitas pelajar Indonesia di Belanda setelah salah satu anggotanya, Muhammad Athaya Helmi Nasution (19), meninggal dunia usai terlibat dalam rangkaian kegiatan mendampingi kunjungan pejabat publik Indonesia ke Austria pada 25–27 Agustus 2025.

Athaya, mahasiswa yang juga aktif di PPI Groningen, disebut mengalami kelelahan ekstrem hingga berujung pada kondisi medis serius. Hasil otopsi forensik menunjukkan adanya dugaan seizure dan heatstroke akibat kekurangan cairan serta nutrisi, diperparah dengan ketidakseimbangan elektrolit dan kadar gula rendah yang berujung pada stroke. Ia mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Namun, yang lebih memicu kekecewaan, menurut keterangan PPI Belanda, tidak ada permintaan maaf maupun pernyataan resmi dari pihak event organizer maupun pejabat yang difasilitasi. Bahkan, keluarga almarhum menilai ada upaya menutup-nutupi informasi mengenai peran Athaya selama mendampingi kunjungan tersebut.

Dalam pernyataan sikap resmi yang dirilis 8 September 2025, PPI Belanda menegaskan sejumlah tuntutan. Di antaranya yakni penghentian praktik pelibatan mahasiswa dalam agenda pejabat publik tanpa kontrak resmi, perlindungan hukum yang jelas, hingga akuntabilitas penuh dari pihak KBRI Den Haag serta instansi terkait.

“Tidak seharusnya mahasiswa dijadikan ‘tenaga gratis’ untuk memfasilitasi perjalanan pejabat negara. Situasi ini menempatkan mereka dalam kondisi rawan, bahkan bisa mengancam nyawa,” tegas PPI Belanda.

PPI juga menyerukan agar PPI Dunia mempercepat pembahasan Undang-Undang Perlindungan Pelajar, demi mencegah kejadian serupa terulang. Mereka menekankan, tragedi yang menimpa Athaya harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran agar mahasiswa Indonesia di luar negeri tidak lagi menjadi korban praktik kerja eksploitatif.

(Aulia Freza Fitriani) 

Sumber : Press Release PPI Belanda, Instagram

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mahasiswa #belanda #indonesia