Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Hujan Ekstrem Sebabkan Banjir di Jakarta Selatan: Warga Terpaksa Evakuasi

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 17 September 2025 | 18:12 WIB
Ilustrasi banjir yang terjadi di lampu merah Bank BNI Ulujami, Jakarta Selatan.
Ilustrasi banjir yang terjadi di lampu merah Bank BNI Ulujami, Jakarta Selatan.

RADAR MALIOBORO – Hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan pada Selasa, 16 September 2025, menyebabkan banjir di berbagai lokasi, termasuk lampu merah Bank BNI Ulujami, Jalan Ciledug Raya, dan Jalan Bintaro Permai di Pesanggrahan. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat ini membuat saluran air tak mampu menampung luapan, menyebabkan air meluap hingga setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik.

Di Jalan Ciledug Raya, khususnya di depan ITC Cipulir, ketinggian air mencapai 40-50 cm. Banyak pengendara sepeda motor terpaksa berhenti dan mogok karena terjebak di genangan air. Situasi ini memperparah kemacetan yang telah terjadi di kawasan ini, dengan beberapa kendaraan yang terpaksa putar balik untuk menghindari banjir. Menurut warga setempat, banjir ini disebabkan oleh jebolnya turap dan meluapnya Kali Keuangan, yang selama ini menjadi salah satu sumber banjir di daerah tersebut. Namun, pada malam harinya, kondisi mulai membaik dengan air yang perlahan surut dan lalu lintas kembali normal.

Sementara itu, di Jalan Bintaro Permai, ketinggian air bahkan mencapai 40-60 cm, membuat situasi semakin mengkhawatirkan. Warga menggambarkan kondisi jalan seolah-olah menjadi lautan. Banyak pengendara yang nekat menerobos banjir, mengakibatkan kemacetan parah. Banjir di kawasan ini juga menyebabkan beberapa rumah dan toko terendam, mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi pemilik usaha dan penduduk setempat.

Penyebab banjir ini multifaktorial. Selain curah hujan yang ekstrem, proyek pengerjaan gorong-gorong yang belum rampung di kawasan Pasar Cipulir turut menyumbang masalah. Saluran air yang tidak berfungsi secara optimal menambah parahnya genangan yang terjadi. Warga setempat mengeluhkan lambatnya penanganan masalah drainase oleh pemerintah, yang seharusnya bisa mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Menanggapi situasi ini, petugas PPSU, Babinsa, kepolisian, dan Dinas Perhubungan dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak dan mengatur lalu lintas. Pengendara diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir di beberapa ruas jalan mulai surut, namun dampak dari kejadian ini masih dirasakan oleh banyak warga.

Mengingat ramalan cuaca yang menunjukkan potensi hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar juga menjadi kunci untuk meminimalisir dampak banjir di masa depan.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Hujan Ekstrem jakarta #jakarta selatan #warga dievakuasi #ciledug raya #hujan ekstrem