Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Gepyokan, Alat Tradisional Perontok Padi yang Mulai Sirna

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 17 September 2025 | 18:45 WIB
Masyarakat desa Hargobinangun, Pakem merontokkan padi dengan alat tradisional Gepyokan.
Masyarakat desa Hargobinangun, Pakem merontokkan padi dengan alat tradisional Gepyokan.

RADAR MALIOBORO – Kemajuan teknologi tentu mempermudah sebagian orang dalam menjalankan setiap aktivitasnya. Termasuk bagi sebagian petani yang saat ini mulai meninggalkan alat tradisonal ketika memanen padi.

Di desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, masih terlihat beberapa petani masih memanfaatkan alat perontok padi tradisional yang dinamakan Gepyokan. Gepyokan merupakan alat tradisional untuk merontokkan padi yang terbuat dari papan kayu.

Proses perontokan padi ini dengan cara memukulkan atau menghempaskan batang padi yang sudah dipotong ke papan kayu tersebut hingga bulir padi terlepas dari tangkainya. Proses ini tentu saja dilakukan secara manual dengan tenaga manusia dan seringkali menggunakan terpal di bawahnya untuk menampung padi yang terjatuh agar tidak tercecer kemana-mana.

Selesai padi dirontokan, kemudian dibersihkan dari dedaunan padi yang ikut rontok beserta kotoran lainnya. Proses terakhir yaitu menjemur padi yang sudah dirontokkan dan dibersihkan. Penjemuran padi menggunakan sinar matahari langsung dan dijemur hingga kering hingga siap untuk disimpan atau digiling.

Meskipun proses perontokan padi di desa Hargobinangun, Pakem masih menggunakan cara dan alat yang tradisional, namun kualitas padi yang dihasilkan tetap menjadi beras memiliki kualitas yang baik dan unggul. Hal ini juga didukung oleh kualitas varietas yang digunakan pada saat penanaman padi berlangsung.

(Hanifah Okta Romadhoni)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Alat Tradisional #Gepyokan #Perontok Padi