RADAR MALIOBORO - Seorang warga Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten, bernama Riswoko (45), mengalami peristiwa menegangkan ketika diserang koloni tawon Vespa affinis saat sedang mencari rumput di tegalan belakang SDN 1 Kepanjen. Kejadian itu berlangsung pada Selasa (16/9/2025) pukul 15.00 WIB. Korban diserang di bagian tangan dan punggung hingga mengalami puluhan sengatan dan langsung merasakan pusing serta sesak napas. Setelah sempat pulang dalam kondisi sadar, Riswoko akhirnya dibawa keluarganya ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Saat ini kondisinya dilaporkan sudah cukup membaik dan sadar.
Kapolsek Delanggu AKP Jaka Waloya menyatakan bahwa sarang tawon yang menyerang Riswoko ditemukan di persawahan dekat sungai, tergantung di pohon mlanding dengan ukuran sebesar ember. Lokasi sarang berjarak sekitar 200 meter dari sekolah SDN Kepanjen sehingga masih aman bagi para siswa. Jaka mengimbau warga yang menemukan sarang tawon Vespa agar tidak mendekat dan segera melaporkannya kepada aparat setempat agar dilakukan evakuasi oleh tim relawan.
Kasus serangan tawon Vespa memang menjadi masalah yang cukup serius di Kabupaten Klaten. Dalam beberapa tahun terakhir, telah tercatat beberapa korban meninggal dunia akibat sengatan tawon jenis ini. Sarang tawon Vespa affinis ditemukan bersarang di berbagai tempat seperti pohon, genting rumah, dan sudut bangunan yang sempit. Petugas pemadam kebakaran dan relawan kerap melakukan operasi tangkap tawon (OTT) khususnya di musim hujan, yang ternyata merupakan musim kawin dan berkembang biak tawon Vespa. Sengatan tawon ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan reaksi alergi serius hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Pemerintah Klaten bersama petugas kesehatan telah menyiagakan fasilitas medis termasuk puskesmas dan praktik dokter untuk menangani korban sengatan tawon. Pelatihan tata cara penanganan sengatan juga pernah dilakukan bekerjasama dengan ahli racun dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meski demikian, warga tetap diminta waspada dan melaporkan segera bila menemukan sarang tawon di sekitar lingkungan mereka.
Fenomena sarang tawon Vespa berukuran besar juga pernah ditemukan di sekitar Pondok Pesantren Darut Tauhid di Desa Banaran, Delanggu. Sarang ini bisa mencapai panjang hingga satu meter dengan diameter setengah meter. Tim relawan dan petugas pemadam kebakaran secara rutin membantu proses evakuasi sarang guna mengurangi risiko bagi warga sekitar.
Peristiwa yang menimpa Riswoko merupakan peringatan bahwa ancaman tawon Vespa masih nyata di Klaten. Masyarakat diminta untuk berhati-hati terutama saat beraktivitas di area persawahan, hutan, atau kawasan tanaman dimana tawon dapat bersarang. Tindakan cepat dan koordinasi dengan aparat adalah kunci untuk mencegah kejadian serupa berulang dan meminimalkan korban.
(Adessia Miftahullatifah)
Editor : Iwa Ikhwanudin