RADAR MALIOBORO – Krisis stok Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta di Indonesia semakin memperburuk kondisi para pekerja. Selain terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), banyak karyawan yang terpaksa mencari alternatif pendapatan dengan berjualan makanan dan minuman di pinggir jalan.
Kelangkaan pasokan BBM jenis bensin di SPBU seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir. Kondisi ini memaksa sejumlah SPBU mengurangi jam operasional, bahkan menutup sementara. Akibatnya, pendapatan SPBU menurun drastis, dan pengusaha SPBU swasta mulai mempertimbangkan pengurangan karyawan.
Isu PHK massal karyawan SPBU Shell juga menjadi sorotan publik setelah unggahan viral di platform X. Akun @ganissatanica menuliskan bahwa stok bensin Shell diperkirakan habis pada minggu ketiga September 2025, sehingga banyak pegawai SPBU Shell akan terkena PHK massal. Shell akan tetap buka cuma jualan oli dan diesel.
Menanggapi isu ini, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengkap. Penyesuaian ini termasuk penyesuaian jam operasional dan tim yang bertugas melayani para pelanggan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyusun mekanisme pembelian BBM oleh pengelola SPBU swasta melalui Pertamina. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan, langkah ini menjadi solusi atas kelangkaan BBM yang belakangan terjadi di sejumlah SPBU milik swasta.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa pemerintah telah memberikan tambahan kuota impor BBM bagi SPBU swasta pada 2025 sebesar 110% dibandingkan tahun 2024. Pemerintah juga telah memutuskan bahwa impor BBM dilakukan melalui satu pintu: PT Pertamina (Persero).
Namun, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, menyatakan bahwa hingga saat ini Pertamina belum menerima permintaan pasokan dari SPBU swasta yang mengalami kendala pasokan.
Baca Juga: Berawal dari Ujaran Hingga Pembakaran Rumah di Elelim Yalimo Papua
Krisis stok BBM ini menunjukkan betapa rentannya sektor energi dan dampaknya terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Semua pihak berharap adanya langkah cepat dan efektif dari pemerintah untuk memastikan pasokan BBM kembali normal, sehingga karyawan SPBU swasta dapat kembali bekerja dengan tenang tanpa ancaman PHK.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin