Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Trump Ancam Cabut Lisensi TV Usai ABC Skorsing Jimmy Kimmel

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 19 September 2025 | 21:50 WIB
Donald Trump saat memberikan pidato di Auditorium Andrew W. Mellon di Washington, D.C.
Donald Trump saat memberikan pidato di Auditorium Andrew W. Mellon di Washington, D.C.

RADAR MALIOBORO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa jaringan televisi bisa dicabut lisensinya jika terus memberitakan dirinya secara “negatif”. Pernyataan ini muncul setelah ABC menangguhkan acara Jimmy Kimmel Live! menyusul komentar pembawa acara yang dianggap ofensif terkait pembunuhan tokoh konservatif Charlie Kirk.

Dikutip dari The Guardian, pernyataan itu dilontarkan Trump ketika berada di pesawat Air Force one sepulang kunjungan kenegaraan ke Inggris. Trump mengklaim bahwa 97% pemberitaan media terhadap dirinya bersifat negatif, meski tanpa menyertakan bukti.

Trump juga membela keputusan ABC yang menangguhkan Kimmel. Ia menyebut komedian itu “tidak berbakat” dan memiliki rating rendah.

Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC), Brendan Carr, ikut mengkritik komentar Kimmel dan menyinggung kemungkinan tindakan regulasi terhadap ABC dan Disney, menurut Associated Press.

Namun, FCC menegaskan tidak mengeluarkan lisensi untuk jaringan nasional seperti ABC, NBC, CBS, atau Fox. Regulator hanya berwenang mengatur lisensi stasiun lokal.

Penangguhan Jimmy Kimmel Live! dipicu protes dari stasiun afiliasi, termasuk operator Nexstar, yang menilai komentar Kimmel ofensif.

Keputusan ini menuai kecaman dari serikat pekerja hiburan, yang menuduh ABC melakukan pembungkaman kebebasan berekspresi. Dikutip dari Axios, sejumlah aktor dan komedian juga mendesak agar Kimmel segera dikembalikan ke layar kaca.

Pembawa acara veteran David Letterman mengecam keputusan ABC dalam sebuah festival yang digelar Atlantic. “Kamu tidak bisa memecat seseorang hanya karena takut,” kata Letterman, dikutip dari The Guardian.

Damon Lindelof, produser eksekutif Hollywood dan pencipta serial ABC Lost juga menegaskan tidak akan bekerja sama dengan Disney, kecuali Disney mengembalikan Kimmel ke layar kaca.

“Saya terkejut, sedih, dan marah atas penangguhan kemarin dan berharap penangguhan itu segera dicabut. Jika tidak, saya tidak bisa bekerja untuk perusahaan yang memberlakukannya.” tulisnya di sebuah unggahan Instagram, Kamis (18/9).

Mantan Presiden Barack Obama turut menanggapi. Dalam unggahannya di X, ia menuding pemerintahan Trump melakukan tekanan politik terhadap media.

“Setelah bertahun-tahun mengeluh tentang cancel culture, pemerintahan saat ini justru membawa hal tersebut ke level baru yang berbahaya dengan secara rutin mengancam akan mengambil tindakan regulasi terhadap perusahaan media jika mereka tidak membungkam atau memecat jurnalis maupun komentator yang tidak disukai.” tulisnya.

Ia menambahkan, “Jenis paksaan pemerintah seperti ini justru yang dicegah oleh Amandemen Pertama. Sudah saatnya perusahaan media berdiri tegak, bukannya menyerah.”

Dikutip dari Reuters, Trump sebelumnya juga sudah pernah mengusulkan pencabutan lisensi siaran NBC dan ABC. Namun, langkah itu dinilai sulit diterapkan secara hukum karena wewenang FCC terbatas pada stasiun lokal, bukan jaringan nasional.

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#presiden amerika serikat #jaringan televisi #donald trump #dicabut lisensinya