Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Creatine: Apakah Suplemen Peningkat Otot Ini Dapat Membantu Meningkatkan Fungsi Otak?

Iwa Ikhwanudin • Senin, 22 September 2025 | 20:21 WIB
Creatine.
Creatine.

RADAR MALIOBORO – Creatine telah menjadi suplemen bagi jutaan orang. Creatine awalnya dikenal karena meningkatkan performa binaragawan dan atlet pada tahun 1990-an.

Creatine merupakan salah satu suplemen yang paling banyak diteliti di dunia. Ribuan studi telah dilakukan selama beberapa decade terakhir untuk mengevaluasi kemampuannya dalam meningkatkan massa otot dan kekuatan secara keseluruhan.

Creatine adalah senyawa alami yang disimpan dalam otot kita dan membantu sel-sel kita menghasilkan energi. Ini Adalah komponen vital dalam sistem ATP-CP, sistem energi tercepat dan paling kuat dalam tubuh kita.

Ceratine memberikan dorongan energi cepat dan kuat pada 10-29 detik pertama latihan intensitas tinggi. Mulai dari angkat beban hingga lari sprint di lintasan, penelitian menunjukkan bahwa suplemen creatine dapat membantu meningkatkan performa.

Di luar gym, terdapat sejumlah bukti, meskipun masih relative terbatas, yang menunjukkan bahwa creatine juga dapat membantu meningkatkan memori jangka pendek, suasana hati, dan konsentrasi.

Suplemen ini dapat membantu menghilangkan kabut otak, bagi beberapa orang dengan kondisi pasca-virus yang serius, kabut otak dapat bersifat jangka panjang dan berpotensi mengubah hidup. Namun, bagi kebanyakan orang kabut otak biasaya bersifat sementara dan dapat terjadi karena penyakit atau jenis pengobatan medis tertentu. Bagi jutaan wanita, hal ini dapat menjadi gelaja perimenopause, akibat fluktuasi hormonal.

“Beberapa bulan lalu, saya merasa tidak enak badan. Latihan terasa sangat melelahkan dan saya kesulitan berkonsentrasi.” Kata Katie, wanita berusia 46 tahun asal Merseyside yang rutin angkat bebasn dan berlari 30-40 mil per minggu.

Ia juga mengonsumsi suplemen magnesiun dan telah memulai terapi penggantian hormon (HRT), tetepi ia yakin bahwa creatine memberikan dampak positif dan akan terus mengonsumsi dosis hariannya.

Ada yang berpendapat bahwa hal ini tidak banyak berpengaruh. Katie, yang merupakan vegetarian, mengatakan dia mungkin kekurangan creatine. Meskipun diketahui bahwa tubuh kita memproduksi satu gram creatine secara alami, sisanya berasal dari makanan tinggi protein seperti daging dan ikan.

Para ilmuwan mulai menemukan bagaimana suplemen ini berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, kesehatan tulang, dan fungsi otak, semua hal yang dapat terpengaruh selama masa perimenopause.

Lantas, apakah berarti creatine membantu mengatasi kabut otak?

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang ini, Profesor Emiritus Trevor McMorris mengatakan “Itu ide yang menarik, Mungkin saja”.

Ketika orang menggunakan suplemen ini, otak mungkin seperti otot kita, meningkatkan Cadangan creatine yang membantu menghasilkan lebih banyak energi yang dapat meningkatkan memori dan kemamouan memproses informasi.

Namun, Prof McMorris mengatakan hal ini tidak akan berlaku untuk semua orang. Ahli gizi Lucy Upton juga memperingatkan bahwa kita mungkin mulai melihat lebih banyak efek samping dari penggunaan creatine karena lonjakan popularitas suplemen ini.

Saat ini, efek samping yang diketahui meliputi risiko seperti gangguan pencernaan, kram otot, dan kembung. Orang dengan kondisi yang memengaruhi ginjak disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

(Hanifah Okta Romadhoni)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Creatine #Peningkat Otot #suplemen