Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Gempar! Grup Facebook 'Gay Surakarta' dengan 14 Ribu Anggota Banjir Kecaman, Apa yang Terjadi?

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 23 September 2025 | 01:12 WIB
Ilustrasi tangkapan layar grup Gay Surakarta dan Sekitarnya.
Ilustrasi tangkapan layar grup Gay Surakarta dan Sekitarnya.

RADAR MALIOBORO – Sebuah grup Facebook bernama "Gay Surakarta dan Sekitarnya" menjadi sorotan publik setelah ditemukan oleh seorang pengguna media sosial. Dengan jumlah anggota yang hampir mencapai 14 ribu, grup ini menarik perhatian dan menuai berbagai kecaman dari pengguna di platform media sosial lainnya. 

Grup ini pertama kali terdeteksi oleh pemilik akun Instagram @visit.surakarta saat mencari grup jual beli lokal. Penemuan ini memicu reaksi beragam dari warganet, dengan banyak yang merasa prihatin terhadap keberadaan grup tersebut. Beberapa pengguna menyatakan bahwa grup ini dapat mempengaruhi generasi muda dan menyebarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan norma masyarakat.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, langsung merespons viralnya grup ini. Ia menegaskan pentingnya melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan konten dan aktivitas yang terjadi di dalam grup tersebut. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melihat apa yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan sosial kita,” ungkapnya.

Seiring dengan viralnya grup ini, banyak warganet yang melontarkan kritik keras. Beberapa pengguna media sosial menyatakan bahwa grup tersebut meresahkan dan dapat mempromosikan perilaku yang dianggap menyimpang. Mereka menuntut agar pemerintah dan pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk menutup grup tersebut.

“Ini bukan hanya masalah komunitas, tetapi juga masalah moral dan etika. Kita harus melindungi anak-anak kita dari pengaruh buruk di dunia maya,” tulis salah satu pengguna di Twitter.

Menanggapi situasi ini, sejumlah pihak menekankan pentingnya pendidikan seks yang sehat dan pemahaman tentang orientasi seksual di kalangan masyarakat. Beberapa ahli psikologi menyatakan bahwa pendidikan yang baik dapat membantu mengurangi stigma dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Keberadaan grup Facebook "Gay Surakarta" menciptakan perdebatan di masyarakat tentang norma, nilai, dan tanggung jawab sosial. Dengan meningkatnya penggunaan media sosial, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam mengawasi konten yang dapat mempengaruhi generasi muda. 

Tindakan preventif, edukasi yang tepat, dan dialog terbuka diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi isu-isu sensitif ini.

Tindakan pemerintah terhadap grup Facebook "Gay Surakarta" saat ini masih dalam tahap penelusuran dan pengawasan.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#surakarta #solo #gay #Gay nusantara #Penyimpangan perilaku