Sidang perdana ini menarik perhatian publik, mengingat rumah tangga keduanya selama ini jarang tercium kabar miring.
Dalam sidang perdana tersebut, majelis hakim terlebih dahulu mengagendakan tahap mediasi sesuai dengan ketentuan perkara perceraian.
Eza Gionino tampak hadir lebih awal di Pengadilan Agama Cibinong dengan didampingi tim kuasa hukumnya.
Beberapa saat kemudian, sang istri, Meiza Aulia Coritha atau Echa, juga terlihat hadir bersama kuasa hukumnya untuk mengikuti jalannya persidangan.
Proses mediasi yang dijalani keduanya berlangsung relatif lancar tanpa adanya ketegangan berarti. Mediasi itu memakan waktu hampir empat jam.
Dalam keterangannya kepada awak media sebelum sidang dimulai, Eza menuturkan bahwa dirinya masih memiliki harapan besar untuk menyelesaikan masalah rumah tangga secara baik-baik.
Ia menekankan bahwa dengan berdamai, ia bisa mendapatkan kesempatan bertemu anak-anaknya yang selama ini terpisah darinya.
"Harapan saya sangat besar sekali untuk bisa berdamai, dalam bentuk apapun ya, perdamaian bisa bersama lagi mengurus anak-anak bersama," katanya.
Momen penuh haru terjadi usai sidang mediasi. Eza Gionino akhirnya diberi kesempatan untuk berjumpa dengan anaknya di area parkir Pengadilan Agama Cibinong.
Aktor yang dikenal lewat sinetron Cinta Setelah Cinta itu tampak tak kuasa menahan air mata. Tangisnya pecah ketika untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir ia bisa kembali memeluk buah hatinya.
"Saya ketemu istri saya, anak-anak saya, itu hal yang saya inginkan selama ini, dan alhamdulillah tercapai, saya bisa melihat anak-anak saya," kata Eza sambil menahan air matanya.
Usai pertemuan itu, Eza Gionino menjalani sesi wawancara dengan awak media. Namun, suasana haru masih sangat terasa. Eza berkali-kali terdiam, kehabisan kata-kata untuk menjelaskan perasaannya. Air matanya kembali menetes ketika mencoba menggambarkan kerinduannya pada sang buah hati.
Kuasa hukum Meiza, Rendi Rumapea menyebut bahwa mediasi Eza Gionino dan Meiza Aulia berjalan lancar dan memutuskan hak asuh anak-anak mereka akan berada pada Meiza.
"Jadi sudah ada sebagian kesepakatan, sepakat untuk perceraian juga ya, sepakat untuk hak asuh anak ada di Mbak Echa atau klien kami dan juga terkait nafkah anak juga," ucap Rendi seperti diberitakan detikHot pada Senin (22/9).
"Untuk nominal mungkin kami enggak bisa sebutkan ya, angkanya sesuai kemampuan dari Mas Eza aja," lanjutnya.
Rendi juga menekankan bahwa meski hak pengasuhan berada di bawah tanggung jawab Meiza, hal itu tidak serta-merta menutup ruang bagi Eza untuk menjalin kedekatan dengan buah hatinya. Justru, menurut Rendi, Eza tetap akan memiliki hak penuh untuk bertemu dan menghabiskan waktu dengan anak-anaknya tanpa adanya larangan atau pembatasan.
"Untuk hak asuh anak ada di klien kami, tapi untuk akses ketemu dengan anak itu enggak ada waktu, batasan, dan yang lain-lain itu enggak ada," jelas Rendi.
Rendi juga tidak memberikan ketegasan terkait nominal nafkah yang mesti diberikan Eza untuk Meiza dan anak-anaknya. Namun ketika bilangan puluhan juta tersebut, Rendi hanya tersenyum.
Eza Gionino menegaskan bahwa gugatan cerai yang dilayangkan oleh istrinya, Meiza Aulia Coritha, tidak berhubungan dengan isu-isu sensitif seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun perselingkuhan.
Menurutnya, penyebab perceraian murni berakar dari persoalan komunikasi yang tidak berjalan baik di antara keduanya, sehingga menimbulkan kesalahpahaman hingga berujung pada gugatan cerai.
Penulis: Adella Haviza
Editor : Bahana.