Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Sebabkan Hujan Abu, Pasar Boru Terdampak

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 24 September 2025 | 11:43 WIB
Ilustrasi keadaan di pasar Boru NTT yang terdampak Abu Vulkanik.
Ilustrasi keadaan di pasar Boru NTT yang terdampak Abu Vulkanik.

RADAR MALIOBORO – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada hari ini, Selasa, 23 September 2025. Erupsi ini menyebabkan hujan abu vulkanik yang mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Pasar Boru.

Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 14.47 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 mm dan durasi 77 detik.

Hujan abu vulkanik akibat erupsi ini berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. Pasar Boru, yang merupakan pusat perdagangan terbesar dan teramai di Flores Timur bagian barat, lumpuh akibat hujan abu. Aktivitas jual beli terhenti karena pasar sepi dan banyak pedagang yang mengungsi.

Selain Pasar Boru, wilayah lain yang terdampak hujan abu adalah Desa Boru dan sekitarnya. Warga diimbau untuk memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

PVMBG masih menetapkan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level IV atau Awas. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, serta 7 kilometer sektoral pada arah barat laut-timur laut.

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih tinggi. Dalam dua hari terakhir, gunung api ini telah erupsi sebanyak 61 kali. Aktivitas kegempaan didominasi oleh letusan dengan tinggi kolom abu dari mulai 200 meter hingga 1.500 meter dari puncak kawah.

Petugas Pos Pantau Gunung Lewotobi Laki-Laki, Emanuel Rofinus Bere, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Daerah yang berpotensi terdampak banjir lahar hujan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Baca Juga: Era Baru Transportasi di Danau Toba: Bobby Nasution Jajal Pesawat Amfibi, Bupati Samosir: “Era Baru dan Daya Tarik Pariwisata”

Pemerintah daerah telah menyiapkan tempat pengungsian bagi warga yang terdampak erupsi. Lebih dari 1.000 pengungsi saat ini masih bertahan di tempat pengungsian.

Gunung Lewotobi Laki-laki memang dikenal sebagai gunung api yang aktif. Sepanjang tahun 2025, gunung ini telah meletus sebanyak 597 kali. Erupsi ini menjadi yang ke-35 kalinya dalam seminggu terakhir.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Lewotobi #lewotobi meletus #gunung #Lewotobi Laki Laki