RADAR MALIOBORO – Kebanyakan orang hanya mengenal dua tipe kepribadian yang secara tegas di bagi dalam dua kategori yaitu introvert dan ekstrovert. Namun, kenyataannya tidak semua orang sepenuhnya cocok dengan dua kepribadian tersebut.
Seorang psikiater asal Amerika Serikat, Dr. Rami Kaminski, menjelaskan bahwa terdapat area abu-abu diantara dua kepribadian tersebut yang dikenal dengan otrovert. Otrovert ini menggambarkan bahwa individu tidak sepenuhnya merasa bagian dari kelompok introvert ataupun ekstrovert.
Mengutip dari LA Dible, ia menciptakan frasa ‘otrovert’ ini setelah mengenali tipe kepribadian tersebut pada dirinya sendiri dan beberapa pasiennya. Tokoh-tokoh Sejarah seperti Albert Einstein, Frida Kahlo, Franz Kafka, dan Virginia Wolf ternyata juga termasuk dalam katergori otrovert ini.
Baca Juga: Fenomena Langka, Pohon Pisang Bertandan Dua Muncul di Desa Sembukan Wonogiri
Sebenarnya, kepribadian otrovert ini merupakan gabungan dari introvert dan ekstrovert. Mereka umumnya dapat berinteraksi dengan kelompok sosial yang besar, tetapi bukan berarti mereka dapat terhubung dekat dengan kelompok tersebut.
Menurut Kaminski, tipe kepribadian ini mampu membuat seseorang menjadi pemikir bebas, lebih mandiri, serta mampu mengenali fanatisme pikiran kelompok jauh sebelum kebanyakan orang. Hal ini terjadi karena tipe otrovert tidak terlalu peduli pada siapa pun, dan mereka kerap tumbuh dan berkembang secara kreatif.
Baca Juga: Petani Tebu di Sragen Tewas Terbakar saat Berjuang Padamkan Api di Ladang
Kaminski menyebutkan beberapa ciri seseorang yang memiliki tipe kepribadian otrovert, seperti:
1. Lebih suka melawan arus dan cenderung tidak berpikir dengan cara yang sama seperti kebanyakan orang.
2. Sering kali kesulitan menemukan gairah untuk aktivitas tim, baik olahraga, pekerjaan, atau bahkan hidup berdampingan.
3. Merasa sulit untuk mengatasi tekanan ‘menyesuaikan diri’ dengan dunia di sekitar mereka.
4. Tidak terlalu peduli dengan siapa mereka buat terkesan atau takut ditolak.
Kaminski percaya bahwa tipa kepribadian ini dapat membuat seseorang menjadi pemikir bebas, lebih mandiri, dan lebih imajinatif dibandingkan introvert dan ekstrovert.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin