Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Respons Warganet Terkait Tepuk Sakinah yang Viral di Tiktok: Dari Apresiasi Sampai Candaan Kocak

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 24 September 2025 | 21:34 WIB
Viral tepuk sakinah di tiktok,tradisi unik KUA Menteng.
Viral tepuk sakinah di tiktok,tradisi unik KUA Menteng.

RADAR MALIOBORO - Fenomena "Tepuk Sakinah" yang tengah viral di TikTok dan media sosial lainnya berhasil mencuri perhatian banyak orang, khususnya para calon pengantin dan pengguna internet di Indonesia.

"Tepuk Sakinah" sendiri merupakan yel-yel dengan tepukan tangan yang dilakukan secara berirama selama sesi bimbingan pra nikah di Kantor Urusan Agama (KUA).

Konsep ini muncul pertama kali di KUA Menteng, Jakarta, pada Desember 2024, ketika para pegawai KUA mengunggah video singkat yang menampilkan yel-yel tersebut.

Video ini kemudian berkembang menjadi viral pada September 2025 setelah banyak pengguna TikTok membagikan dan membuat variasi tren tersebut, sehingga turut diadopsi oleh KUA di beberapa daerah lain seperti Kediri, Banyuwangi, dan Jember.

Lirik dari "Tepuk Sakinah" dibuat dengan sangat sederhana dan mudah diingat, berulang-ulang dengan kalimat inti seperti

"Berpasangan... Janji Kokoh... Saling Cinta... Saling Hormat... Saling Jaga... Saling Ridho... Musyawarah... untuk Sakinah."

Kesederhanaan lirik justru mengandung makna yang sangat mendalam, yaitu mengingatkan para calon pengantin tentang lima pilar penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis, penuh kasih, dan mendapatkan ridho dari Allah.

Metode edukasi ini dianggap efektif dalam membantu calon pengantin menerapkan ajaran agama sekaligus membekali mereka secara emosional dan mental menjelang pernikahan.

Respon masyarakat, terutama warganet, terhadap tren ini beragam.

Banyak yang menyambut positif dan menganggap "Tepuk Sakinah" sebuah inovasi edukasi yang menarik dan menyenangkan, membuat suasana bimbingan pranikah jadi tidak membosankan.

Para warganet juga ikut menirukan gerakan tepuk tangan tersebut, bahkan membagikan ulang dalam bentuk video, sehingga pesan tentang komitmen dan nilai pernikahan semakin luas diterima.

Namun, di sisi lain, ada juga yang menanggapi dengan candaan dan kritik ringan.

Beberapa menganggap gerakan tepuk tangan ini terlalu sederhana atau kekanak-kanakan sehingga membuat mereka lucu-lucuan sambil menyampaikan komentar seperti

"Makin malas nikah kalau harus hapal tepuk ini," atau "Sudah dewasa malah disuruh tepuk-tepuk kayak anak TK." 

Di balik kesederhanaannya, tren "Tepuk Sakinah" menunjukkan bagaimana metode edukasi yang kreatif dan adaptif bisa menjangkau generasi muda secara efektif.

Tidak hanya sebagai hiburan, kegiatan ini juga mendorong terciptanya suasana hangat dan komunikasi terbuka antara calon pengantin dan fasilitator pranikah.

Dengan adanya tren ini, diharapkan calon pasangan suami istri dapat lebih memahami pentingnya nilai saling cinta, hormat, dan musyawarah demi membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah sesuai dengan ajaran agama.

(Adessia Miftahullatifah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pranikah #kua #tepuk sakinah #KUA menteng #kantor urusan agama #nikah