RADAR MALIOBORO – Sebanyak 10 orang dinyatakan tewas setelah Kota Kolkata di negara bagian West Bengal, India Timur mengalami curah hujan terarah dalam 39 tahun terakhir.
Dampak dari adanya hujan tersebut, sembilan dari jumlah korban yang tewas disebabkan karena tersengat aliran listrik di genangan air. Kawasan permukiman dan bisnis di kota dan pinggirannya telah menghadapi banjir parah sejak Senin malam. Beberapa jalan utama juga terlihat masih terendam air dan layanan kereta api terganggu, memaksa para commuter untuk berjalan melalui air setinggi lutut.
Banjir ini terjadi beberapa hari sebelum Durga Puja, festival tahunan terbesar dan paling popular di wilayah tersebut, di mana puluhan ribu orang keluar untuk menyembah dewi Hindu Durga.
Banjir bandang dilaporkan telah menyebabkan curah hujan mencapai 251,4 mm dalam kurang dari 24 jam, dan merupakan bajir terparah yang pernah dialami kota ini sejak 1986. Ini juga menjadi curah hujan harian tertinggi keenam di wilayah tersebut dalam 137 tahun terakhir.
Badan Meteorologi India menyatakan bahwa hujan deras tersebut disebabkan oleh daerah tekanan rendah yang berkembang di Teluk Bengal bagian timur laut. Kota ini dalam keadaan siaga dengan prediksi hujan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan.
Menteri Utama West Bengal, Mamata Banerjee, mengatakan dia “belum pernah melihat hujan seburuk ini” dan menyesali nyawa yang telah hilang, sambil berjanji akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban.
Karena banyak korban tewas akibat tersengat Listrik, otoritas mematikan listrik di banyak tempat untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut. Upaya untuk memulihkan keadaan normal sedang dilakukan.
Baca Juga: Korban Serangan Israel Membanjiri Tenaga Medis di Kota Gaza
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin