Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Petani Riau Cor Badan di Depan Istana Negara, Protes Krisis Agraria Tak Kunjung Usai

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 27 September 2025 | 12:20 WIB
Ilustrasi seorang petani yang melakukan aksi cor badan.
Ilustrasi seorang petani yang melakukan aksi cor badan.

RADAR MALIOBORO – Seorang petani asal Riau melakukan aksi cor badan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/9/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap konflik agraria di Riau yang tidak kunjung diselesaikan oleh pemerintah. Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional ke-65.

M. Ridwan, seorang aktivis agraria Riau, berdiri di dalam kerangka semen setinggi perut dan tubuh bagian bawahnya dicor hingga terkurung beton. Aksi ini merupakan simbol dari darurat agraria yang terjadi di Indonesia.

"Aksi cor badan ini merupakan akumulasi kekecewaan petani Riau karena tuntutan mereka tidak pernah diakomodir oleh pemerintah," kata Betran Sulani, Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) DKI Jakarta.

Provinsi Riau dikenal sebagai provinsi dengan tingkat konflik agraria tertinggi di Indonesia. Konflik-konflik ini terjadi antara perusahaan dengan perusahaan, perusahaan dengan masyarakat, dan perusahaan dengan masyarakat hukum adat. Isu-isu yang memicu konflik ini meliputi isu lingkungan, penyerobotan lahan, tumpang tindih lahan, konflik tapal batas, dan pelanggaran prosedural.

Salah satu konflik yang disoroti adalah konflik antara petani di Desa Sungai Raya dan Kelurahan Sekip Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dengan PT Sinar Belilas Perkasa (SBP). Selain itu, ada konflik antara masyarakat dengan PT Rimba Peranap Indah (RPI) di Inhu, dan antara masyarakat dengan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) di Rupat Bengkalis.

Wakil Bupati Inhu, Ir. H. Hendrizal, M.Si., juga menyoroti masalah tumpang tindih lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) seluas sekitar 600 hektar. Masyarakat adat Talang Mamak di kawasan Bukit 30 juga mengalami kesulitan memperoleh sertifikat lahan.

Para petani Riau menuntut agar pemerintah segera menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Riau. Mereka juga meminta agar pemerintah meninjau ulang izin-izin perusahaan yang bermasalah.

"Kami ingin bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin dia dengar dari mulut kami sendiri persoalan agraria di negeri ini," tegas Betran.

Aksi cor badan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan masalah agraria di Riau dan seluruh Indonesia.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#agraria #Cor #badan #konflik #protes