RADAR MALIOBORO – Puluhan delegasi negara meninggalkan ruangan hingga membuat bagian aula tampak kosong saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas PBB, New York, Jumat (26/9/2025).
Aksi walk out dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel di Gaza serta penolakannya terhadap pengakuan negara Palestina. Menurut Washington Post, lebih dari 100 diplomat dari lebih 50 negara ikut serta dalam aksi tersebut.
Dalam pidato sekitar setengah jam, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan “menyelesaikan pekerjaannya” melawan Hamas di Gaza dan menyebut pengakuan negara Palestina oleh sejumlah negara Barat sebagai “insane” atau gila.
Ia mengatakan two-state solution atau solusi dua negara adalah kemajuan yang sia-sia dan menuduh langkah itu sebagai bentuk “penghargaan terhadap terorisme.”
Ia juga mengarahkan pesan langsung kepada Hamas dan para sandera yang masih ditahan di Gaza. Netanyahu berkata Israel tidak akan beristirahat sampai semua sandera dibebaskan, sambil memperingatkan Hamas untuk menyerah dan melepaskan sandera.
Menurut laporan The Guardian, Israel bahkan memasang pengeras suara di perbatasan Gaza untuk menyiarkan langsung pidato Netanyahu ke wilayah tersebut, sebuah langkah yang menuai kontroversi.
Sebelum pidato dimulai, misi Palestina di PBB menyerukan negara-negara anggota untuk melakukan walk out sebagai solidaritas.
Israel menuduh aksi itu hanya “teater diplomatik” untuk menciptakan kesan dramatis, sebagaimana dilaporkan i24News.
Pidato tahunan di forum Majelis Umum PBB biasanya dimanfaatkan para pemimpin dunia untuk menegaskan sikap resmi negaranya dalam isu-isu global.
Namun, aksi walk out massal kali ini memperlihatkan isolasi diplomatik yang semakin kuat terhadap Israel, di tengah meningkatnya seruan internasional untuk gencatan senjata dan kritik atas krisis kemanusiaan di Gaza.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin