Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Viral! Proyek Bangunan Kecil Rp 112 Juta di Tengah Sawah Boyolali Jadi Sorotan

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 30 September 2025 | 14:37 WIB
Ilustrasi bangunan kecil di tengah sawah Boyolali.
Ilustrasi bangunan kecil di tengah sawah Boyolali.

RADAR MALIOBORO – Sebuah proyek pembangunan di Boyolali, Jawa Tengah, menjadi viral dan menuai perdebatan di media sosial. Proyek tersebut adalah pembangunan sebuah bangunan kecil di tengah sawah dengan anggaran mencapai Rp112 juta. Banyak warganet yang menilai anggaran tersebut terlalu besar untuk bangunan yang terlihat sederhana, bahkan ada yang menyebutnya mirip toilet.

Unggahan di media sosial, seperti yang dibagikan oleh akun Facebook Jagongan Solo dan akun X @cdontact, memperlihatkan bangunan berukuran sekitar 2x2 meter yang disebut sebagai bagian dari proyek irigasi perpompaan. Warganet pun ramai-ramai mengkritik dan mempertanyakan rincian anggaran tersebut.

Menanggapi viralnya isu ini, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali memberikan klarifikasi. Sekretaris Dinas Pertanian Boyolali, Retno Nawangtari, menjelaskan bahwa anggaran Rp112 juta tersebut tidak hanya untuk bangunan fisik, melainkan untuk keseluruhan sistem irigasi sumur dalam yang mampu mengairi sekitar 10 hektare sawah.

"Rp112 juta bukan hanya bangunan yang kecil itu, tetapi juga untuk pengeboran sumur, listriknya, perpompaannya, pengairannya, dan distribusinya yang bisa mengairi sawah sekitar 10 hektare," jelas Retno seperti dikutip dari Metro TV.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Suyanta, juga menambahkan bahwa anggaran tersebut mencakup jasa test geolistrik untuk menentukan titik pembuatan sumur dalam, pembelian material untuk dua titik sumur dalam, pembelian dua unit mesin pompa submersible, pemasangan pipa saluran distribusi, serta pemasangan tiang dan jaringan listrik di sawah.

Ketua Kelompok Tani Sido Mukti 1, Fajar Nugroho, menyayangkan informasi yang tidak utuh yang diviralkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa bangunan tersebut adalah gudang penyimpanan peralatan sekaligus rumah pengaman panel listrik agar aman dari cuaca.

Proyek sumur dalam ini dibangun sebagai solusi untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian seluas 10 hektare di wilayah tersebut. Dengan adanya sistem irigasi ini, petani tetap bisa menggarap lahan pertanian meski di musim kemarau.

Pembangunan irigasi ini sangat menguntungkan bagi petani. Sebelum adanya sistem irigasi, mereka hanya dapat menanam padi dua kali dalam setahun. Namun, dengan adanya irigasi yang baru, petani kini bisa meningkatkan frekuensi penanaman menjadi tiga kali dalam setahun.

Meskipun sempat menuai kritik karena dianggap tidak sepadan dengan wujud bangunan fisiknya, proyek irigasi perpompaan di Boyolali ini memiliki tujuan yang mulia, yaitu untuk mendukung ketahanan pangan dan membantu petani dalam mengairi lahan pertanian mereka. Pihak Dinas Pertanian Boyolali berharap dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami bahwa anggaran yang dialokasikan telah digunakan secara efektif dan efisien untuk mewujudkan sistem irigasi yang bermanfaat bagi banyak orang. 

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#boyolali #janggal #proyek #korupsi