RADAR MALIOBORO – Inggris mungkin sudah berada dalam kondisi perang dengan Rusia, meski bukan dalam bentuk perang militer, kata mantan kepala badan intelijen Inggris (MI5), Eliza Manningham-Buller.
Dikutip dari The Guardian, ia menilai aktivitas Moskow berupa spionase, sabotase, serta serangan siber ke wilayah Inggris merupakan bukti nyata dari perang hibrida yang sedang berlangsung.
Pernyataannya muncul setelah sejumlah insiden terkait Rusia terungkap di Inggris. Beberapa di antaranya termasuk jaringan mata-mata Bulgaria yang dijatuhi hukuman penjara karena bekerja untuk Moskow dengan melakukan pengawasan musuh di seluruh Eropa, serta kebakaran gudang yang menyimpan persediaan untuk Ukraina, yang diduga terkait operasi sabotase.
Ia juga mendukung pandangan Fiona Hill, pakar Rusia yang sebelumnya menyebut Rusia sudah melancarkan perang hibrida terhadap Barat.
Dikutip dari situs resmi pemerintah Inggris, dalam Strategic Defence Review terbaru menegaskan bahwa Rusia adalah ancaman segera dan mendesak. Dokumen itu menekankan pentingnya memperkuat pertahanan siber dan intelijen.
Sementara itu, dari sisi Rusia, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov pekan lalu kembali menegaskan bahwa Moskow kini berada dalam perang dengan NATO dan Eropa. Ia juga menuding dukungan militer Barat kepada Ukraina sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam konflik, dikutip dari Politico.
Ketegangan antara Inggris dan Rusia terjadi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Sejak saat itu, London menjadi salah satu pendukung paling vokal bagi Kyiv, mengirim bantuan militer, ekonomi, hingga menekan Moskow dengan sanksi keras. Kondisi ini membuat hubungan kedua negara semakin memburuk.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin