RADAR MALIOBORO – Gunung Slamet, yang menjulang sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, dikelilingi oleh berbagai legenda yang hidup dalam masyarakat sekitar, membentuk bagian tak terpisahkan dari warisan budaya mereka. Salah satu legenda yang paling dikenal adalah kisah tentang Syekh Maulana Maghribi, seorang ulama dari Turki, yang mengubah nama gunung ini dari Gunung Gora menjadi Gunung Slamet setelah menemukan sumber air panas yang menyembuhkan penyakitnya. Nama "Slamet," yang berarti selamat atau kedamaian, dipercaya sebagai ungkapan syukur dan harapan akan keselamatan bagi masyarakat. Selain itu, terdapat kepercayaan bahwa Gunung Slamet adalah "paku" Pulau Jawa, puncak dari Gunung Meru yang dibawa oleh para dewa untuk menstabilkan pulau ini.
Masyarakat setempat juga memegang teguh tradisi Ruwat Bumi sebagai cara untuk memohon keselamatan dan keberkahan kepada penguasa gunung. Upacara ini melibatkan sesaji dan pertunjukan seni tradisional sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Selain itu, ada cerita tentang makhluk halus yang menghuni gunung, terutama di Pos Samarantu, yang dianggap sebagai gerbang menuju kerajaan gaib. Para pendaki sering melaporkan pengalaman aneh di sekitar pos ini, menambah nuansa mistis Gunung Slamet.
Selain kisah Syekh Maulana Maghribi, ada pula legenda yang mengaitkan Gunung Slamet dengan tokoh pewayangan Bima. Dalam versi ini, dikisahkan bahwa kuku Bima mengenai gunung tersebut saat bertarung, sehingga terciptalah Gunung Slamet dan Gunung Ciremai. Terlepas dari kebenaran cerita-cerita ini, legenda Gunung Slamet mengajarkan nilai-nilai penting tentang menghormati alam, menjaga tradisi, dan hidup harmonis dengan lingkungan sekitar.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin