RADAR MALIOBORO – Pada tanggal 30 September 2025, sekitar pukul 21.30 WIB, kebakaran melanda sejumlah tempat usaha kuliner semi permanen di kawasan wisata Kebun Buah Mangunan, yang terletak di perbukitan Bantul, Yogyakarta. Api dengan cepat membesar dan melalap sedikitnya tujuh kios yang mayoritas digunakan sebagai warung makan dan tempat berjualan makanan ringan bagi para wisatawan.
Menurut catatan BPBD Bantul, informasi mengenai kebakaran ini diterima oleh Pusdalops pada pukul 21.45 WIB. Tim pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi kejadian tiga menit kemudian, namun perjalanan menuju lokasi memakan waktu yang cukup lama karena jarak dari posko Damkar sekitar 9,5 kilometer dengan kondisi jalur yang menanjak. Petugas tiba di lokasi pada pukul 22.05 WIB dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.15 WIB setelah dilakukan upaya pemadaman intensif.
Irawan, seorang petugas dari BPBD Bantul, menjelaskan bahwa lokasi yang berada di perbukitan dan akses jalan yang menanjak menjadi kendala bagi mobil pemadam kebakaran untuk bergerak cepat. Meskipun demikian, seluruh personel berupaya maksimal sehingga api bisa dikendalikan meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam operasi pemadaman tersebut, BPBD Bantul menurunkan sedikitnya lima armada dengan 12 personel Damkar. Selain itu, pemadaman juga melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur untuk menjinakkan api. Koordinasi lintas sektor ini sangat membantu, terutama dalam suplai air dan pengamanan jalur menuju lokasi.
Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Kerugian tersebut meliputi bangunan kios, peralatan dagang, dan bahan makanan yang habis terbakar. Meskipun demikian, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Namun, Irawan menegaskan bahwa kebakaran di kawasan wisata seperti Mangunan menjadi peringatan penting bagi para pemilik kios untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan masak. Ia menghimbau agar pemilik warung selalu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin