Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Fenomena Unik: Matahari Terbit Terlambat di Wota Wati, Gunungkidul

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 2 Oktober 2025 | 12:38 WIB
Fenomena alam unik di desa Wota Wati, matahari datang terlambat.
Fenomena alam unik di desa Wota Wati, matahari datang terlambat.

RADAR MALIOBORO – Dusun Wota Wati merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Terlelak di tengah-tengah pegunungan karst dan dapat dijangkau melalui jalur jalan lintas selatan (JJLS) yang menuju ke arah Kapanewon Girisubo. 

Di dusun ini terkenal karena memiliki fenomena waktu yang unik dan langka, yang membuatnya dijuduli sebagai “desa kesiangan”. Berbeda dengan daerah lain yang mulai terang pada pukul 06.00 WIB, di desa Wota Wati baru mulai terang pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. 

Kondisi geografis yang ekstrem inilah yang menyebabkan hal itu terjadi. Terletak di lembah yang diapit oleh dua perbukitan kars tinggi. Dengan begitu, punggung bukit inilah yang menjadi penghalang alami cahaya matahari masuk.  

Fenomena unik ini juga terjadi saat matahari terbenam, waktu gelap di desa ini juga datang lebih cepat dari daerah lain. Sekitar pukul 16.30 WIB, suasana sudah mulai terlihat gelap total, yang berarti warga hanya dapat menikmati waktu terang sekitar tujuh hingga delapan jam perhari. 

Meskipun menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur, warga Wota Wati telah hidup selaras dengan ritme alam unik ini selama bertahun-tahun. Keunikan alam ini menciptakan suasana yang asri dan terang di kawasan bekas aliran Bengawan Solo Purba tersebut. 

Pemerintah dan masyarakat lokal melihat fenomena “pagi telat, malam cepat” ini sebagai potensi wisata alternatif yang menjanjikan. Dengan menawarkan keindahan lembah, keramahan budaya, dan rumah-rumah tradisional. Saat ini, desa Wota Wati tengah dikembangkan menjadi desa wisata untuk mendorong pertumbuhan perekonomian lokal. 

Upaya yang dilakukan ini juga bertujuan untuk menarik wisatawan yang mencari pengalaman alam dan budaya yang berbeda, sekaligus menjadi solusi pembangunan berkelanjutan bagi dusun yang unik ini. 

Baca Juga: Empat Kuliner Legendaris di Malioboro yang Wajib Dicoba

(Hanifah Okta Romadhoni)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Girisubo #gunung kidul #wotawati