Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Lorong Waktu Emosi : Membedah Makna di Balik Buku “sorry, my younger self, i can’t make you happy” Karya Alvi Syahrin

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:59 WIB
Buku sorry, my younger self, i can’t make you happy karya Alvi Syahrin.
Buku sorry, my younger self, i can’t make you happy karya Alvi Syahrin.

RADAR MALIOBORO – Alvi Syahrin adalah seorang penulis yang lahir di Ambon, 20 Januari 1992. Ia merupakan salah satu penulis populer yang banyak menciptakan karya berupa buku mengenai self improvement. Salah satu buku yang cukup populer berjudul, “sorry, my younger self, i can’t make you happy”.

Buku ini berisi mengenai pemikiran bahwa kita harus bisa berdamai dengan masa lalu, alih-alih menyesali kesalahan yang tidak bisa diperbaiki. Penulis secara lugas mengakui bahwa keinginan untuk kembali dan memberi nasihat pada diri sendiri adalah hal yang wajar, namun waktu tidak bisa di ulang. 

Dengan gaya penulisan yang sangat personal, Alvi menciptakan kedekatan dengan pembaca yang sering merasa mengecewakan versi muda mereka karena kegagalan atau pilihan hidup yang berbeda dari impian masa lalu. Pesan utama yang terkandung dalam buku ini adalah berhentilah terjebak dalam penyesalahan demi bisa melangkah ke depan. 

Fokus utama makna buku ini adakah mengenai pentingnya memaafkan diri sendiri. Alvi berpendapat bahwa tidak adil menyalahkan diri atas pilihan masa lalu, karena keputusan tersebut dibuat berdasarkan pengalaman saat itu.

Oleh karena itu, “buku sorry, my younger self” mengajarkan bahwa kebahagiaan harus diciptakan di masa kini, bukan dicari di masa lalu, dengan mengambil langkah nyata untuk membangun kehidupan yang lebih baik. 

Kelebihan dari buku ini adalah penyampaiannya ringan dan mengalir, terasa seperti percakapan tulus yang mudah dipahami tanpa menggurui. Dengan dilengkapi kutipan reflektif yang kuat, “sorry, my younger self” merupakan buku yang wajib di baca bagi mereka yang sedang bergumul dengan kekecewaan diri. Buku ini menjadi pengingat bahwa penyesalan bukanlah akhir melainkan kunci untuk menerima diri dan berkembang. 

(Hanifah Okta Romadhoni)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#penulis #produktif #ambon #Alvi Syahrin