SLEMAN - Sebanyak 215 anak Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Sleman tampak antusias mengikuti kegiatan Gerakan Nasional RA Membatik (Gernasratik) Kamis pagi (2/10/2025).
Tahun ini, RA Kabupaten Sleman dipercaya mewakili DIY dalam pelaksanaan Gernasratik tingkat nasional.
Bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional 2025.
Kegiatan berlangsung meriah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) DIY Gadis Supriyati Idi Soepyanto menyebut Gernasratik merupakan program kerja nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Tahun pertama pelaksanaan mengusung tema, Melalui Gerakan Nasional RA Membatik Kita Tumbuhkan Generasi Cinta Budaya Indonesia.
Untuk wilayah DIY sendiri, kegiatan diikuti 554 anak yang tersebar di lima titik.
Sleman (215 peserta), Bantul (50), Kulonprogo (75), Gunungkidul (98), dan Kota Yogyakarta (116 peserta).
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana anak-anak mengenal sekaligus mencintai batik sejak dini, khususnya di Jogjakarta,” ujar Gadis.
Kepala Sekolah RA Masyithoh Mojosari ini menegaskan pendidikan di RA bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan akar budaya.
“Kami berkomitmen mencetak generasi Indonesia yang berkarakter dan berbudaya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Gernasratik.
Menurutnya, membatik sejak usia dini merupakan langkah nyata menanamkan rasa bangga pada warisan bangsa.
“Batik adalah jati diri bangsa Indonesia yang telah diakui dunia. Semoga, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab generasi muda untuk terus melestarikan batik,” ungkap Harda. (naf/iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin