RADAR MALIOBORO – Jumlah korban tewas akibat runtuhnya sebuah Pondok Pesantren Al Khoziny kini telah meningkat menjadi 54, sementara tim penyelamat masih terus mencari lebih dari 12 orang yang hilang.
Ratusan santri, sebagian besar remaja laki-laki, berkumpul untuk melaksanakan sholat ashar di Ponpes Al Khoziny di Jawa Timur ketika bangunan tersebut ambruk.
Baca Juga: Strategi Cerdas Ambil Cuti 2026: Yuk Intip Tanggal ‘Jebakan Batman’ Agar Liburmu Jadi Dua Kali Lipat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bencana ini merupakan bencana paling tragis pada tahun ini. Tim penyelamat memperkirakan akan menyelesaikan pencarian 13 korban yang terjebak di bawah reruntuhan pada akhir hari ini.
Para penyidik juga terus menyelidiki penyebab keruntuhan. Beberapa pejabat mengatakan bahwa bangunan lantai dua itu ambruk karena fondasinya tidak stabil.
“Dari semua bencana pada tahun 2025, baik bencana alam maupun non-alam, korban meninggal dunia belum sebanyak yang terjadi di Sidoarjo,” ujar Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan dalam jumpa pers.
Jumlah korban termasuk sedikitnya dua orang yang diselamatkan dari reruntuhan tetapi kemudian meninggal di rumah sakit.
Al Khoziny adalah pondok pesantren yang berada di Sidoarjo, banyak pesantren beroperasi secara informal, tanpa regulasi yang kuat atau pengawasan yang konsisten.
Operasi pencarian dan penyelamatan menjadi tantangan karena cara bangungan itu runtuh, hanya menyisakan ruang sempit bagi tim penyelamat untuk bermanuver. Para penyintas menceritakan pelarian mereka yang mengerikan melalui media lokal.
Remaja berusia 13 tahun itu langsung berlari ke pintu, dan meski berhasil melarikan diri, ia terluka akibat tertimpa reruntuhan atap.
Baca Juga: Jadwal Lengkap KRL Jogja - Solo Periode 6 - 12 Oktober 2025
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin